Laman

Selasa, 25 April 2023

Hari Angkutan Nasional dan BRT Kawasan Metropolitan Semarang

 Happy National Transportation Day 2023..!


In 1946, the so-called DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) was in charge of bus transportation development in Indonesia. From the Cikar (a traditional cart) - to motorised Buses. As far as my current understanding, this bus transportation could be called as the Bus 1.0.

The Bus 2.0, or the next generation for the bus transportation, was the Bus Rapid Transit (BRT). Its history began in Curitiba, Brazil, with its previous term: "the Speedybus". The Curitiba's BRT was invented by Jaime Lerner, who acts as the City Mayor, and following is his quote for the public transportation:

"If you provide good alternatives for public transport, you won't have traffic problems"

To be realistic with the current condition of BRT Kawasan Metropolitan Semarang (is it rapid, is it speedy?), what should we do?
I suggest that we keep being the traffic (keep using our own motorised vehicles :p). However, I will call the BRT as "angkutan publik" instead of "angkutan umum", spread this term over and over during this year, and hope a miracle happens in 2024 :D

Nowadays, the phrase with "umum" has a pejorative/ low-opinion meaning (e.g. fasilitas umum, toilet umum). Somehow the term "angkutan publik" gives more hope for a city, because it indicates the city residents' daily needs.

Kamis, 20 April 2023

Ayo Naik Transportasi Publik (1)

 Umum Publik


Seruan kampanye naik angkutan umum terus digencarkan oleh Pemerintah Indonesia, tak terkecuali pada momen Mudik Lebaran 2023 ini. Momen mudik lebaran memang telah menjadi sebuah ritual tersendiri bagi seluruh penduduk Indonesia. Tahun ini, pemerintah memperkirakan lebih dari 120 juta penduduk akan menjalani ritual yang satu ini: pergerakan penduduk dalam skala besar dan serentak dari kota metropolitan/ kota besar ke kampung halaman.  Berbagai moda angkutan umum ditawarkan, mulai dari mudik naik kapal, naik kereta, maupun naik bus. Sayangnya, saya menilai kegiatan mudik masih didominasi oleh pergerakan penduduk menggunakan kendaraan pribadi - termasuk menggunakan motor.

Dalam rangka menganalisis pilihan moda angkutan untuk pergerakan warga ke kampung halaman, saya akan menggunakan pendekatan faktor penarik (dari kampung halaman) dan faktor pendorong (dari kota). Pertama, analisis untuk moda angkutan umum. Faktor penarik dari kampung halaman, sayangnya hampir tidak ada. Beberapa kota "sedang" mungkin memang telah memiliki angkutan umum lanjutan yang andal, misalnya Trans Semarang di Kota Semarang. Di samping layanan operasi malam hari yang ditawarkan dari Terminal Mangkang - Simpang Lima, pada Mudik Lebaran 2023 ini juga ditawarkan layanan gratis bagi calon penumpang yang dapat menunjukkan bukti tiket bahwa dirinya memang sedang transit dalam rangkaian perjalanan mudik. Sementara itu, beberapa daerah lainnya masih belum memiliki angkutan umum lanjutan yang andal, sebut saja Kota Salatiga & sekitarnya. Penumpang yang turun di Terminal Tingkir tidak memiliki banyak pilihan angkutan lanjutan, selain dijemput atau naik ojek. Angkutan Kota Salatiga hanya beroperasi dari pagi sampai sore, dikelola oleh masing-masing sopir angkota, sehingga belum dapat memenuhi standar pelayanan yang dibayangkan oleh warga yang pernah tinggal di kota yang lebih besar. Kesimpulannya, warga yang mudik menggunakan angkutan umum akan mengalami kesulitan transportasi ketika berada di kampung halamannya. Di sisi yang lain, faktor pendorong dari kota untuk mudik menggunakan angkutan umum.. (bersambung)

Senin, 17 April 2023

Siapa Saya? Saya seorang Peneliti Ekonomi Sirkular

SIAPA SAYA?
Dulu, saya seorang peneliti, setidaknya ketika sedang mempelajari tentang Cysteine Synthase Complex (CSC) pada organisme yang tergolong ke dalam Kerajaan Plantae Arabidopsis thaliana.

Beberapa tahun terakhir, saya seorang seniman. Saya mengonsep beberapa workshop dan kegiatan lapangan untuk kampanye dan pendidikan lingkungan.

Beberapa bulan terakhir, semesta kembali mengarahkan saya untuk menjadi seorang peneliti melalui lowongan kerja berikut ASISTEN PENELITI UNTUK PLASTIK & EKONOMI SIRKULER YAYASAN BINA KARTA LESTARI (BINTARI) - SEMARANG - Devjobsindo ORG.


Jadi siapa saya sekarang?
Saya adalah seorang peneliti, dan peneliti itu ternyata adalah seorang seniman. Tertaut salah satu publikasi dari proyek yang kami kerjakan : Design for Recycling (D4R) Guidelines for Prioritized Plastic Packaging in Indonesia | Knowledge Hub for Green Technologies (greentechknowledgehub.de). Senang sekali  saya bisa belajar banyak hal dari para mentor dan senior dari mengerjakan proyek ini.


Otak kiri otak kanan, peneliti adalah seniman.
Saya Kristanto Irawan Putra, seorang peneliti ekonomi sirkular dari Indonesia.


KP, 16 April 2023

Minggu, 09 April 2023

Governance Lingkungan dan Refleksi Penghargaan Adipura 2022

 [LATE POST]


Akhir Februari 2023 ini, Kota Salatiga dianugerahi Penghargaan Adipura 2022 karena keberhasilannya dalam mengelola kebersihan dan lingkungan perkotaan secara berkelanjutan. Penghargaan Adipura ini merupakan penghargaan ke-4 yang boleh diterima kota ini (2016, 2017, 2018, dan 2022).

Saya sendiri pertama kali mengenal penghargaan dunia lingkungan perkotaan ini pada penganugerahan pada tahun 2019. Pada waktu itu Piala Adipura diarak Dalam konvoi keliling Kota Salatiga, di mana saya bersama teman-teman Komunitas TUK ikut berkeliling menjadi salah satu kontingennya. "Saya berkomitmen mengurangi sampah", demikian tulisan kampanye kami, yang mendapatkan bubuhan cap tangan dari para pihak.

Kini, empat tahun berlalu sejak hari itu, dan hari ini saya berkesempatan untuk merefleksikan pengalaman itu:
1. Apakah masing-masing dari kita sudah menjalankan komitmen itu?
2. Apakah penghargaan tahun ini semakin layak dan pantas untuk diterima oleh Kota Salatiga?
3. Bagaimana pengelolaan lingkungan di kota ini dapat menjadi lebih baik lagi?
4. Siapa saja aktor yang dapat terlibat dalam pengelolaannya?

Kota Salatiga menuju pembangunan yang berkelanjutan, sudahkah?

Tulisan ini dibuat sebagai pengantar tulisan saya tentang Governance Lingkungan, sekaligus sebagai latihan saya dalam menulis

A picture is worth a thousand words (sebuah foto bernilai seribu kata), tetapi "Menulis membantu menata pikiran, bahkan kadang menata hati" - Ivan Lanin -