Laman

Sabtu, 13 Maret 2010

Tiga Bulan untuk Tiga Tahun, Tiga Tahun untuk Hidup sampai Pikun...

Bersekolah di SMA Taruna Nusantara adalah sebuah kebanggaan bagi saya.
Semua berawal dari tidak diterimanya saya di Raffles Institution dan "keputusan aneh" saya untuk tidak melanjutkan studi di SMA Kolose Loyola (seperti kebanyakan teman2 SMP saya).

Tiga bulan PDK(Pendidikan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan, semacan MOS khusus bagi siswa baru SMA TN), saya jalani dengan, yah... semangat dan kerja keras.
Kalau nggak bersekolah di sini, yang namanya cuci dan setrika baju sendiri mungkin nggak akan saya jalani... (eit, tapi jangan salah, gini2 saya PKS lho...)

Makan bersama "Abang"(kakak kelas) pertama kali, saya jalani bersama Bang Abdu Albar. Memakan tahu menggunakan garpu, alias dengan tangan kiri. Itu yang saya lakukan. Alhasil, Bang Abdu memarahi saya karena itu jelas tidak sopan (hitung-hitung belajar table manner nih...). Nggak nyaman sih rasanya waktu itu. Lebih2 lagi, makanan di ompreng saya masih belum habis, padahal Bang Abdu dan teman saya lainnya sudah..! Kena marah lagi...TT
Dan sebagainya dan sebagainya...

Saya pun belajar banyak hal baru selama PDK, yang mungkin tidak akan saya dapatkan di SMA lain. Tanggung jawab demi tanggung jawab pun berusaha saya emban. Subsie Katolik, CESIUM (tim mapel Kimia), HIPERBOLA (tim mapel Bhs.Ind), Ton PKS (Peleton Keamanan Sekolah) kode G2, BANTARA klan BAWA. Tampaknya saya dianggap cukup idealis hingga diberi mandat untuk mengemban tanggung jawab di atas.

Saya ikut aja dalam arus tanggung jawab itu, hingga prestasi saya memuncak di kelas XI. Saya diberi kepercayaan untuk menjadi bagaian dalam Panitia PDK angkatan XIX.. sebagai Sie Orientasi..! Sungguh, kadang saya merasa tak pantas mendapat tanggung jawab ini, sebab Abang eks Sie Or adalah Abang/Kakak yg amat berwibawa, yang sangat saya kagumi. Sebut saja Bang Anugerah Erlaut, Bang Avicenna, Bang Enggar Amreta, Kak Cut Nadia, dan Kak Dianita Halimah...

Saya jalani aja. sekali lagi ikut arus, bersama rekan Sie Or Jihad, Guinandra, Awidia, dan B Sovia... Saya hanya berharap, mudah2an apa yang dapat saya berikan dapat bermanfaat bagi adik2 angkatan XIX dalam mengenal SMA TN...

Karier saya memuncak lagi pada Kampanye Dialogis. Tatkala habis masa jabatan saya menjadi Subsie Katolik, saya mendapatkan tanggung jawab yang lebih besar, sebagai Ketua 2 OSIS SMA Taruna Nusantara. Wow, saya cuma bisa bilang, wow..! Sungguh anugerah dari Yang Mahakuasa. Menjadi pemimpin dari sekolah calon pemimpin masa depan. Terima kasih, atas bimbingan yang diberikan Abang Subsie saya, Bang Albertus Prabu..!

Amanat itu saya emban hingga detik sertijab (Serah Terima Jabatan), sekitar 2 bulan yang lalu. Banyak pengalaman tak terlupakan selama menjabat menjadi PH(Pengurus Harian) OSIS ini. hal yang amat membuat saya bangga adalah... Saya mendapatkan boneka macan dari Komisi 5 PK, sebagai PH terbaik..! Puji syukur... Apa yang dapat saya berikan, mudah2an dapat memberikan andil bagi kemajuan SMA TN ini.

Kini, waktu terus berjalan, hingga tiba H-10 UN. Terima kasih atas berbagai komponen biotik maupun abiotik yang telah membuat saya berdiri tegak menjadi orang seperti sekarang ini, antara lain...
1.Bang Antonius Gratus, Abang eks-Subsie Katolik saya (sekaligus kakak kelas di Domsav...^^) dan barang-tradisi-subsie-nya. Bang Albertus Prabu,- dengan aktivitas saya bersama Bang Prabu sebagai subsie - telah membimbing saya menuju puncak karier saya...
2.Bang Daniel Sihombing, Bang Adika Zhulhi, Bang Dimas RAF, Bang Yohanes Baryangki...) Mereka telah memberikan mimpi, yang - saya tidak bisa wujudkan (Lolos OSN dan GO GET GOLD..!) Maaf Bang..!
3.Bang Daniel Sihombing (lagi..) dan Bang Mega Denditya... yang telah mengeposkan (baca:menjadikan adik pos) saya di RKB. Meja utara sungguh meja yang menyenangkan Bang, dekat jendela lagi..!^^
4.Bang Daryus Chandra dan Bang Joshua Liem, yang telah makan bersama saya 2 tahun di sebelah Warung Pojok RKB...^^
5.Kak Bernadetta Christy, Panped sekaligus Kakak keluarga saya, dan Bang Andreas Kurniawan, Peraih Medali Emas OSN sekaligus Abang keluarga saya, yang telah memotivasi saya sebagai orang Katolik yang militan...
6.Bang Enggar Amreta, Abang absen-PKS-Sie Or-OSIS/PK, yang selalu membuat saya mendongak ke atas untuk terus naik level di SMA TN..!
7.Bang Primanda Ahya, bersama kasur dan bantalnya yang "empuk" (Abang kasur saya)...
8.Bang Febya Achmad... Abang kode saya-daerah-"pembina Sie Or", yang punya kenangan indah bersama PKS angkatan XVIII setiap Minggu pagi...^^
9.Bang Dhimaz Gilang, alias Bang Bre, Abang jaket-klan saya...

Rekan siswa Atmosphere, khususnya Charles Sitorus, Nauval Arrazy, dan Bongbong Prakoso... (Teman2 kamar saya)... Ivan Onggo dan Ferry Budi (Keluarga Immanuel), Imam Nugraha dan Stella Advena (Kode G PKS), Jihad Natakertapati, Meivito Bayu, dan Ayunda Shabriani (mereka senior saya - ikut OSIS 2 tahun), Prasasti Revolusi...
Kencot 2, alias Abimanyu Fitroh... Iphank - the MVP... Kanonika... Adly Ranggana, Marbintang Rogate, Rizki Sembiring, Tegar Aji, Guinandra, Jati, Ifah, (masih banyak lagi, tapi ntar keburu lowbatt nih..., maaf bagi yang belum tertulis...

Adik siswa XIX dan XX, Karisma Pratama-otak sipil badan akmil, Fauzi Pratama-kir mania, Atika Saraswati-Miss Nusantara, Ristafani Tia Safitri-paling bersemangat dalam kepanitiaan, Anak Agung Dananjaya-Bapak IS, Ferrari Aditya, Berli Kusuma-adik pemecah rekor juara paralel dgn rata2 94!, Laurensius Danis, Regina Arumsari, DK Tirta Aji, Kevin Kegan, Aditya Gianto-adik penerus saya, multi-talented, Aditya Indra Pratama-adik pos saya-seorang macan tiga, Fahrian Andra-adik "pos sementara" yang skg udah tumbuh besar sbg Kasie 4B...
M.Dannyal Wakhidi-subsie Pataka, Kokoh Sumanjaya-sering bawa abon, Richard-adik muka saya, Arin Aulia-adik yang Ibunya nraktir saya 4 nasi Padang, dst...

Abang Alumni : Bang Alvernia Rendra-psikologi master, Bang I Wayan Samayoga, dan lain... (mohon maaf, lowbatt sekali lagi...)

Wow, saya bilang... Nggak nyangka hidup 3 tahun di sini bakal punya kenangan seindah dan sebanyak itu...
Terima kasih buat semuanya...
Segala pemberian, baik materi maupun nonmateri yang telah "menghidupi" saya selama ini. Saya tak akan pernah menyerah dalam hidup ini untuk senantiasa memberikan karya terbaik saya... sampai akhir...
Hal ini karena Anda semua telah memberikan saya "nyawa", mempercayakannya, dan saya tidak boleh mengakhiri "nyawa" itu atas keputusan saya sendiri...

Terima kasih...
Mudah2an saya bisa memaksimalkan "nyawa" itu untuk kebaikan..!