Laman

Senin, 07 Juni 2010

Persebaran Atmosphere per 1 Agustus 2010 (Last Update 10 Juni 2010)

PERSEBARAN
Atmosphere
(Last Update 10 Juni 2010) Per 1 Agustus 2010

MUHAMMAD FATA ALDILLA Akuntansi Universitas Bakrie

ANDRATAMI DJAJADININGRAT Arsitek UNPAR

TENDY GIANTORO Bisnis Internasional UGM

IFANI AMALIA SAKTININGTYAS Farmasi UGM
NAUVAL ARRAZY ASAWIMANDA Farmasi UGM
MARIA YESI NOVIANA PUTRI SF (Sekolah Farmasi) ITB

ARIFIN AKHMAD FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian) ITB
BANGKIT ADHI NUGRAHA FITB (Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian) ITB
ANGELITA AUSSIE NURHADI FSRD (Fakultas Seni Rupa dan Desain) ITB
IMAM NUGRAHA FTI (Fakultas Teknologi Industri) ITB
NILA LAYLA MELINDA FTI (Fakultas Teknologi Industri) ITB
LUTHFI HAKIM FTMD (Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara) ITB
DERIE CAMARA EKA PUTRA FTTM (Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan) ITB
DIONISIUS SUNDORO FTI (Fakultas Teknologi Industri) ITB

REYNALDO KRISSANCHA AZARYA Hubungan Internasional UGM

ADAM NURACHMAD GAGAK PRANOLO Hukum UNPAD
RESTU DWI KURNIANTO Hukum UII
KEVIN DENOWASYAH WIDYAPUTRA Hukum UI
NADIA SEKARSARI ANINDYATI Hukum UI
PUSPASARI NURMALADEWI Hukum UI
ESA PRATAMA PUTRA DAELI Hukum UGM
PINKADELA MASHITTA Hukum Internasional UGM
VIERNA TASYA WENSATAMA Hukum Internasional UGM

DANTE FACHRUL BARCENANDI Ilmu Ekonomi UGM
TRAHEKA ERDYAS BIMANATYA Ilmu Ekonomi UGM

GERRY ANGGACIPTA Ilmu Komputer (Computer Science) NTU

FERRY ELHAS Kedokteran Gigi UGM
STELLA ADVENA ANINDITA Kedokteran Gigi UGM

NURDYSA DILIANA PUTRI Kedokteran Hewan UGM

I NGURAH ARDHI WIRATAMA Kedokteran Umum UNSOED
EKA SATRIO PUTRA Kedokteran Umum UNS
OKTI RAHMAWATI Kedokteran Umum UNS
NUR MUHAMAD ARJANARDI Kedokteran Umum UNDIP
DINDA ROZITA MAHARANI Kedokteran Umum UNAIR
FITRIA SHIRLEY MELINDA MULYANTO Kedokteran Umum UMS, Solo
IKHWANULIMAN PUTERA Kedokteran Umum UI
AGUNG HARTOKO Kedokteran Umum UGM
DANANG SETIA BUDI Kedokteran Umum UGM
ERYNA AYU NUGRA DESITA Kedokteran Umum UGM
GALIH PRASETYA SAKADEWA Kedokteran Umum UGM
GHAZA MONTHY AMOS Kedokteran Umum UGM
PRAMANA PANANJA PUTRA Kedokteran Umum UGM
FEKHAZA ALFARISSI Kedokteran Umum Internasional UI
MUHAMMAD AKBAR PRADIKTO Kedokteran Umum Internasional UI
PRATHAMA WIBISONO Kedokteran Umum Internasional UI
CAMELIA PONDRA DEWANTARIE Kedokteran Umum Internasional UGM
FARIZ AFRISTYA PUTRA Kedokteran Umum Internasional UGM
HELMY SURYA H. Kedokteran Umum Internasional UGM
MARVIN GIANTORO Kedokteran Umum Internasional UGM

YULIUS TRIATMOKO Komunikasi UMN
ANNISA FEBRIANASARI Komunikasi UGM

SUCI KHAIRUNISA NABBILA Kriminologi UI

AYUNDA SHABRIANI TYARA Psikologi UNPAD

HANNY AQMARINA SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) ITB

PAULUS ANITYO PRABOWO Sistem Informasi BINUS

MAULANA RIZKY HARDIANTO STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB
MUHAMMAD FAJAR KURNIAWAN STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB
RIYANDA ANGGARA PUTRA STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika) ITB
WIDYA AGENG SETYO TUTUKO Electrical Engineering (Teknik Elektro) NTU

GUINANDRA LUTHFAN JATIKUSUMO Teknik (Engineering) Australia National University

INTAN PERMATA SARI KARMA Teknik Industri UI
MUHAMMAD AUDI YUSUF Teknik Industri UGM
WISMAYA ADI PURNAMA Teknik Industri UI

ESA ANNAS ARRAKHMAN Teknik Kimia UGM
MOCHAMAD FADEL RAHMAN Teknik Kimia UGM

RANGGA DWI ANGGONO Teknik Mesin UGM

AWIDIA ESWANDARI JUWITA Teknik Metalurgi ITB
MUHAMMAD IKHWANTO Teknik Metalurgi ITB

THOMSON DELON Teknik Sipil (Civil Engineering) INTI University College, Malaysia

BESTARI AZAM MALIK Teknologi Pangan UGM

AGUS PUTU WILAKSANA SESA S. Yayasan Indonesia-Jerman
GABRYELLA CHRISTI GLORIA TOMBENG Yayasan Indonesia-Jerman
IGNATIUS ALEV EMILTON Yayasan Indonesia-Jerman
KRISTANTO IRAWAN PUTRA Yayasan Indonesia-Jerman
SULTAN BUSSAL LASTAZI Yayasan Indonesia-Jerman

ARIEF MOCHAMAD DHARMAWAN STEM
FERRY BUDI SENTOSA STEM
HENDRY PRAMUDIPTA SUMASA PUTRA STEM
INDRA PRADITYA STEM
M FATAH YASIN STEM
SAIFUL ARIFIN WAHYU WIBOWO STEM
TIKA RIANNA ISWARDHANI STEM
AULIA DWI AYU PALUPI STEM

IRFAN DHANY YAFFA SEMBIRING Euro Management

Catatan:
1. Data tersebut diperoleh dari message yang dikirimkan ke FB saya (Kristanto Irawan Putra) atau SMS ke nomor 08156564747 sampai dengan hari Kamis, 10 Juni 2010 pukul 18.00 WIB. (85 orang)
2. Permohonan maaf buat teman-teman yang AKMIL-AKPOL karena belum bisa ditulis dalam data tersebut.
3. Buat teman-teman yang
• Belum mengirimkan data keberadaan dirinya per 1 Agustus 2010, atau
• Merasa terdapat kekeliruan dalam penulisan data keberadaan dirinya per 1 Agustus 2010, atau
• Mengetahui informasi akurat tentang keberadaan teman-teman yang belum tercantum data dirinya di atas per 1 Agustus 2010
dapat segera menghubungi saya 1)via message ke FB Kristanto Irawan Putra atau 2)SMS ke nomor 08156564747, dengan format a)Nama, b)Jurusan, c)Akademi/Universitas.

So schnell wie mőglich (=as soon as possible), lebih cepat lebih baik. Sekali lagi, tujuan utama pembuatan Persebaran Atmosphere per 1 Agustus 2010 ini adalah untuk persiapan SG 2011 – SG kita!

NB.
Tetap semangat buat teman-teman yang ikut SNMPTN, Tes AKPOL, Pantukhir, tes STAN, kursus bahasa, maupun yang lainnya..! Terbanglah bersama, gapailah asa, buktikan pada dunia..!

Jumat, 04 Juni 2010

Mengapa harus Jakarta?


Yayasan Indonesia-Jerman sebagai tempat belajar bahasa
dan Goethe Institut sebagai tempat pengayaannya..!
Studienkolleg WS 2010!

Belajar Bahasa Jerman - 8

Achte – am Freitag, vierten Juni zweitausendzehn
(Kedelapan – pada hari Jumat, 4 Juni 2010)
Plural (Bentuk Jamak)
r, Kuli, -s  der Kuli, die Kulis
e, Blume, -n  die Blume, die Blumen
s, Bild, -er  das Bild, die Bilder
usw. (und so weiter = dan lain-lain)
Identik dengan bahasa Inggris, jika book adalah sebuah buku, books adalah bentuk jamaknya.
Artikel yang digunakan untuk bentuk plural selalu die. (pada kasus Nominativ) Akan tetapi, akhirannya (Endungen) tidaklah paten, tetapi spesifik, tergantung dari kata bendanya masing-masing. Lihat di Kamus Jerman – Indonesia. Bukan untuk dihafal. Bisa karena biasa.
Rekomendasi Kamus Jerman – Indonesia
 Deutsch – Indonesisches Wőrterbuch, Adolf Heuken SJ, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta

Dativ (Sebagai Objek Penyerta)
 ich -> mir
 du -> dir
 er -> ihm ein -> einem
 sie -> ihr eine -> einer
 es -> ihm ein -> einem
 wir -> uns
 Sie/sie -> Ihnen/ihnen die (pl.) -> den …+n
 ihr -> euch
Berbeda dengan bahasa Inggris, bahasa Jerman memiliki kata ganti orang sebagai objek penyerta (Dativ).
Zum Beispiel (Sebagai Contoh)
1. Ich kaufe ihr die Blumen. (Saya membelikan dia perempuan bunga)
 Pada kasus ini, ihr berfungsi sebagai objek dativ, die Blumen sebagai objek akkusativ.
2. Das Kind nehmen seinem Vater eine Zeitung.
(Anak itu mengambilkan ayahnya sebuah koran)

Belajar Bahasa Jerman - 7

Siebte – am Donnerstag, zwanzigsten Mai zweitausendzehn
(Ketujuh – pada hari Kamis, 20 Mei 2010)
Die Länder, Bewohner, und Sprachen (Negara, Warga Negara, dan Bahasa)
1. Fabio Cannavaro kommt aus Italien. Er ist Italiener. Seine Muttersprache ist Itanienisch.
2. Aus Spanien kommt David Villa. Er ist Spanier. Seine Muttersprache ist Spanisch.
3. Michael Ballack kommt aus Deutschland. Deutscher ist er. Seine Muttersprache ist Deutsch.
4. Zinedine Zidane kommt aus Frankreich. Er ist Franzose. Franzősisch ist seine Muttersprache
Ősterreich/Ősterreicher/Deutsch (Austria) (Swedia) Schweden/Schweder/Schwedisch
Griechenland/Grieche/Griechisch (Yunani) (Canada) Canada/Canadier/Englisch
Tűrkei/Tűrke/Tűrkisch (Turki) (Rusia) Russland/Russse/Russisch
Australien/Australier/Englisch (Australia) (Mesir) Ägypt/ Ägypter/Arabisch

Die Tage
der Montag, Dienstag, Mittwoch, Donnerstag, Freitag, Samstag/Sonnabend, und Sonntag
(Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu)

Die Monate
der Januar, Februar, März, April, Mai, Juni, Juli, August, September, Oktober, November, und Dezember
(Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, dan Desember)

der Frűhling, Sommer, Herbst, und Winter (Musim Semi, Panas, Gugur, dan Salju)
die Trockenzeit und Regenzeit (Musim Kemarau dan Hujan)

Selasa, 01 Juni 2010

Hijau itu Menyejukkan, Kawan

Hijau itu Menyejukkan, Kawan

“… atau mungkin alam enggan bersahabat dengan kita, coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”, demikianlah bunyi sepenggal syair lagu Berita pada Kawan yang dipopulerkan oleh Ebiet. Lagu itu seakan terus mengiringi perjalanan bangsa Indonesia yang dilanda bencana sejak kejadian Tsunami Aceh tahun 2004 hingga kini.

Bencana yang melanda di berbagai belahan dunia saat ini terjadi bukan tanpa sebab. Ya, pemanasan global bukanlah isu belaka. Ketidakteraturan iklim dan cuaca, peningkatan suhu di permukaan Bumi, dan kenaikan permukaan air laut menjadi bukti dari fenomena alam ini. Apabila tak ditanggapi dengan serius, pemanasan global ini akan tentu berdampak fatal terhadap eksistensi makhluk hidup di Bumi. Misalnya, ketidakteraturan iklim dan cuaca. Melesetnya perkiraan waktu perubahan musim telah mengakibatkan kegagalan panen di sejumlah wilayah di tanah air. Akhirnya, yang terjadi akan sesuai dengan teori rantai makanan pada pelajaran Biologi, “Jika tumbuhan sebagai produsen telah mati, hewan dan manusia sebagai konsumen-konsumen berikutnya juga akan ikut mati”

Lantas, apa sebenarnya penyebab terjadinya pemanasan global ini? Efek rumah kaca. Hati-hati, efek rumah kaca bukanlah efek yang ditimbulkan oleh menara/gedung bertingkat yang memiliki dinding kaca, melainkan efek gas-gas di udara yang menyebabkan terperangkapnya panas di permukaan Bumi, yaitu gas karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Dalam jumlah kecil, gas-gas tersebut memang dibutuhkan Bumi supaya permukaan Bumi tetap hangat terjaga. Akan tetapi, dalam jumlah besar, gas-gas ini amat merugikan sebab panas sinar matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bumi tidak akan terpantul ke luar lagi, tetapi akan tetap terkurung di permukaan Bumi.

Sebagai makhluk penghuni Bumi, mau tidak mau manusia harus berperang melawan pemanasan global. Pelestarian lingkungan atau go green adalah caranya. Seluruh lapisan masyarakat dapat memberi andil dalam pelestarian lingkungan ini. Pemerintah mengupayakan berbagai gerakan penghijauan dengan penanaman sejuta pohon. Kaum cendekiawan mungkin tengah berupaya melakukan riset untuk mengatasi hal ini. Kaum masyarakat awam? Jangan dikira kaum ini tidak bisa berbuat apa-apa. Kalau pelestarian lingkungan hanya dimaknai sebagai suatu proyek, hasil yang didapat tidak akan pernah maksimal sebab tidak ada kontinyuitas. Oleh karena itu, yang terbaik adalah memaknai pelestarian lingkungan sebagai sebuah kebiasaan hidup.

Identik dengan kata-kata motivator tenar di dunia, ”Mengubah keadaan dimulai dengan mengubah diri Anda sendiri”, kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita lakukan perlu kita tinjau ulang. Dimulai dari bangun pagi. Mengandalkan penerangan dari sinar matahari dengan mematikan lampu dari pagi hingga sore hari adalah kebiasaan hidup hijau. Matikan pula alat-alat elekronik lainnya yang tidak sedang digunakan.

Berikutnya, adalah mengenai apa yang kita makan. Setelah diteliti, peternakan ternyata adalah penyumbang emisi gas CH4 terbanyak. Hiromi Shinya, seorang guru besar kedokteran di Amerika, dalam bukunya “The Miracle Enzyme” bahkan menyebutkan, konsumsi daging sehari-hari cukup 15% dari keseluruhan konsumsi makanan kita. Sayur-sayuran dan buah-buahan harus lebih kita prioritaskan sebagai menu makanan sehari-hari, sebab bermanfaat baik bagi tubuh, dengan banyaknya enzim yang dikandungnya. Tidak selalu harus menjadi vegetarian, cukup kurangi konsumsi daging Anda sampai 15%, dan Anda akan menjadi pahlawan bagi Bumi.

Kebiasaan berikutnya adalah di bidang transportasi. Bepergian untuk jarak dekat dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk jarak menengah, sepeda adalah alternatif yang baik. Selain bebas polusi, sepeda akan menyehatkan Anda. Bila jarak cukup jauh, menaiki angkutan umum adalah pilihan terbaik. Kemacetan di jalan yang sering dialami oleh masyarakat kota besar sebenarnya terjadi karena berlimpahnya jumlah kendaraan yang ada. Bayangkan apabila seluruh orang yang bepergian dalam jarak jauh mau menggunakan angkutan umum. Kelancaran, keteraturan, dan udara yang sejuk akan kita dapatkan. Jangan tunggu lagi, Anda bisa memulainya dari sekarang.

Kebiasaan lainnya misalnya adalah dengan menanam tanaman di sekitar rumah. Manusia harus bisa mawas diri. Sampai saat ini, satu-satunya alat tercanggih yang mampu mengurangi emisi karbon di udara adalah tumbuhan hijau. Ia menyerap karbondioksida di udara untuk proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen (O2) yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup untuk bernapas. Tidak ada pilihan lain, eksistensi tumbuhan hijau di Bumi ini memang harus diperhitungkan. Keegoisan manusia untuk menguasai seluruh Bumi dengan gedung dan bangunan hendaknya diredam. Dengan kepadatan penduduk yang ada, manusia semestinya juga harus memadati kota dengan tumbuhan hijau. Darimanakah oksigen itu berasal selain dari tumbuhan hijau?

Masih banyak lagi kebiasaan hidup hijau lainnya yang bisa kita temukan. Cermati kembali kebiasaan-kebiasaan kita dan aplikasikan pengetahuan akan cara hidup hijau itu ke dalamnya. Mari berperang melawan pemanasan global! Hijau itu menyejukkan, kawan!


Artikel ini ditulis untuk mengikuti Lomba Artikel Ilmiah IATMI 2010.