Laman

Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Juni 2023

A Sharing Knowledge from #BeatPlasticPollution (Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023)

 Happy World Environment Day!

Coincidentally, the Closing of CAP-SEA Project (March 2023) and the recent World Environment Day Celebration of UNEP shared the similar tagline #BeatPlasticPollution

It encourages me to share the knowledge from The Design for Recycling (D4R) Study for Plastic Packaging from the CAP-SEA Project. One of the waste management challenges in the downstream is the segregation effort of PET plastic bottles into three components before recycling: the closure, label, and the body, since they are made from diverse plastic materials. Perhaps, they were not designed by the brand owners/ converters for the ease of recycling.

The D4R Study in Indonesia have proposed several criteria for PET mineral water bottles, in which the label should be <25% coverage and easy to remove (for reference: https://lnkd.in/gub_tA6q).

The figure above indicates three bottles' designs for current available products in the market (June 2023). Regarding the D4R label criterion, the design of the third bottle seems to be fully compatible for recycling. A waste collector only needs to remove the cap from the bottle's body, and so does the recycling will be more efficient than before. The third bottle is also made from the recycled PET (rPET), declaring that the closed-loop circular economy of plastic material is really possible.

For the better plastic circularity in Indonesia, the remaining tasks lay to us as consumers:
1) Do we support the implementation of a mandatory D4R criteria for all products distributed in Indonesia? The waste problem in the temporary- and final disposal site in our city really matters. Together we can urge the importance of the recycling of our daily waste.

2) How strong is our commitment and our willingness-to-pay for a better waste management in Indonesia? Even if the mandatory D4R criteria is applied, the segregation from source (Pilah Sampah) and the "reverse logistic" needs to be well-financed (Iuran Sampah/ Retribusi), especially for the plastic packaging located in sub-urban/ rural areas or outside the Java Island (where plastic recycling factories usually do not exist).

As consumers, or as the part of civil society, we always have the right and opportunity to choose, for establishing a better world.


Diposting pertama kali di LinkedIn

Selasa, 22 Mei 2018

Kisah Perburuan Foto di Landau in der Pfalz dan Sebuah Refleksi

Sebuah pertanyaan TTS dari Cak Lontong di acara Waktunya Indonesia Berbuka hari ini (ya, ini tidak typo. "Berbuka" bukan bercanda, karena acara ini acara live di bulan puasa) telah membuatku menuliskan artikel ini.

Ada enam kotak, huruf ke-5 nya O.
Seorang kiper kesebelasan Juventus yang tahun ini memutuskan untuk gantung sepatu ...

Buffon (Gianluigi Buffon)! Kira-kira begitu jawaban normatifnya dari TTS di atas. Namun, Cak Lontong adalah Cak Lontong. Ia tidak mungkin begitu saja membenarkan jawaban normatif Anda di acara kuis yang dibawakannya. Adakah di antara teman-teman yang kebetulan juga menonton atau bisa menjawab?

Sambil memikirkan jawabannya, ini saya mau menceritakan sebuah kisah lawas..

***

Pernahkah teman-teman mendengar sebuah kota di Jerman yang bernama Landau? Kalau ternyata belum, jangan merasa malu atau minder.  Seperi halnya kota Frankfurt yang harus memakai embel-embel nama “am Main“, kota Landau yang dijadikan tempat perburuan foto kali ini pun mesti diberi embel-embel  tambahan “in der Pfalz“, karena ada sebuah kota Landau yang lain di Jerman, yaitu Landau an der Isar.

Landau in der Pfalz merupakan kota terbesar ketiga di Pfalz. Pfalz sendiri adalah nama sebuah regio yang terletak di bagian selatan negara bagian Rheinland-Pfalz. Terletak di südliche Weinstraße (jalur anggur selatan), kota ini merupakan daerah irisan Semesterticket KVV (Karlsruher Verkehrsverbund) dan VRN (Verkehrsverbund Rhein-Neckar). Dengan demikian, diharapkan akan ada semakin banyak peserta yang berminat untuk mengikuti kegiatan baru dari KMKI MWD ini karena tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi (hanya KMKI Hessen yang perlu membeli tiket).
-->

***

Sudah ketemu jawabannya? Lho Kak, lagi asyik-asyik bertualang ke negeri Jerman koq ditanya jawaban pertanyaan Cak Lontong lagi? Iya Dek, karena sekali lagi jawabannya berhubungan dengan tulisan di atas.

Jawaban yang benar adalah.. tet teret teret.. "MoveOn". Sebuah kata yang harus kurefleksikan di malam hari ini. Apakah aku sudah benar-benar move on dari cara hidupku yang lama? Hmm, setidaknya aku belajar banyak dari Cak Lontong hari ini: seorang kiper itu tidak suka melihat ke belakang karena tahu di depannya ia harus menjaga gawangnya dengan baik untuk menghadapi penyerang-penyerang dari kesebelasan lawan..

Jadi, Buffon aja move on, Bang KIP nggak mau ikutan move on nih?
 
.. pengen baca kelanjutan kisah perburuan foto di Landau in der Pfalz? Yuk yuk yuk mari di mari baca artikelnya di sini:

Tangerang, 22 Mei 2018


der gruene Baum

Senin, 14 Mei 2018

Orang Jateng bisa Membuat SIM Banten di Kab Tangerang? (Bagian 3/3 Final)

24-4-2018

Hari itu hari Selasa. Sebelum aku kembali melanjutkan kisah pembuatan SIM di Tanah Jawara Banten ini, aku ingin menyisipkan cerita kejadian tilang yang juga kualami di Kabupaten Tangerang ini, yang terjadi ketika aku mengendarai mobil pulang dari Kota Cilegon. 

***

Pembaca yang berasal dari Kecamatan Cikupa dan sekitarnya pasti tahu bahwa di dekat sini terdapat pertigaan yang angker bagi pengendara mobil.. ya betul Lampu Merah Pertigaan Tigaraksa! Adanya pos polisi dan halte angkutan umum yang terdapat di pertigaan ini seakan-akan menjadi spot yang ideal bagi polisi lalu lintas untuk mengadili pengendara mobil yang "kurang berhati-hati dan waspada" dalam berlalu lintas. "Pelanggaran lalu lintas apa sih yang kakak langgar?" Jawabannya klasik: Menerjang lampu merah.

Tentu aku tidak dengan secara sengaja menerjang lampu merah itu. Hanya sebuah perkara lampu hijau yang pelan-pelan berpindah ke warna kuning-lah yang membuat jiwa mudaku merasa gemezzz untuk tetap melaju sambil berguman "mung kacek sithik". Ketika melintasi lampu itu, mataku benar-benar masih melihat bahwa lampu itu sedang berpindah dari warna hijau ke warna kuning.. tetapi kami pengendara mobil memang tengah ditunggu oleh seorang polisi yang berdiri di tengah-tengah jalan itu. Tidak ada mobil berikutnya yang menyusul mengikutiku melintasi lampu itu. Itu berarti - sebagai mobil terakhir - sudah menjadi hal yang naas bagiku untuk memperoleh surat tilang berwarna biru itu.

"Tilang SIM atau STNK?", tanya Pak Polisi kepadaku.
Tanpa berpikir panjang, aku pun segera memilih STNK, mengingat SIM yang kubawa di hari itu sebenarnya masa berlakunya sudah habis. Aku beruntung karena Pak Polisi tadi tidak menyadari hal itu. Seandainya ia menyadari, mungkin aku akan menerima 2 surat tilang sekaligus di hari itu: Pelanggaran Menerjang Lampu Merah dan Tidak Mempunyai SIM.. Tampaknya Dewi Fortuna masih berpihak padaku di hari itu. Aku diminta untuk membayar uang tilang dan mengambil STNK itu di Kejaksaan pada hari Selasa, 24 April 2018 jam 10 pagi.

***

Maka jadilah aku mempunyai 2 agenda di hari Selasa itu: Melanjutkan Pembuatan SIM dan Mengambil STNK yang Ditilang. Usai meminta izin kepada atasanku, akupun berangkat ke Kawasan Pemda Tigaraksa. Tujuan pertamaku adalah Bank BRI yang ada di Kampung Gudang Tigaraksa. Aku membayar Rp 500.000,- ke sana sebagai uang tilang. Sigh, di tanggal yang ranum aku harus mengeluarkan sejumlah uang yang cukup besar, jumlah uang yang cukup untuk menghidupiku di minggu terakhirku di bulan April.. Untungnya, aku masih ingat dengan nasihat Rizal, teman seperjuanganku sebagai pegiat literasi di sebuah TBM yang terletak di Perum Citra Raya: "Anggap aja ber-shodaqoh kepada negara". Nasihat itu begitu menentramkan kalbu dan memantapkan diriku untuk mengurus segala sesuatunya sesuai prosedur yang memang ditetapkan oleh pihak kepolisian. Tidak melakukan salam tempel, ikut sidang, semoga berkah!

Aku pun kemudian beranjak ke Satlantas untuk melanjutkan pembuatan SIM terlebih dahulu, mengingat waktu masih menunjukkan pukul 08:45. Sidang pengambilan STNK baru akan dilaksanakan pukul 10:00. Sesampai di Satlantas, sesuai arahan Pak Polisi di Pos 5 hari Sabtu lalu, aku langsung bergerak menuju pos itu. Aku disambut ramah oleh Pak Polisi, beliau memintaku untuk menunggu sebentar di kursi depan sambil beliau mencari berkas dokumen kepunyaanku. Aku pun duduk di kursi di depan pos itu, sambil menarik napas panjang dan melepaskannya perlahan - sebuah ritual untuk membuat diri merasa rileks. Perlahan-perlahan kugerakkan bola mataku untuk memandangi suasana kantor polisi di hari kerja. Suasananya sangat sepi, hanya 2 - 3 orang yang kulihat sedang mengurus SIM sepertiku. "Oh, begini toh rupa-rupanya pemandangan kantor polisi di hari kerja, sepi juga ya kerjanya bisa nyantai..", pikirku dalam hati.

"Saudara Kristanto". Pak Polisi menyebutkan namaku. "Ayo kita ke lapangan untuk ujian praktik", sambungnya. It's the showtime, waktunya telah tiba. Aku pun berjalan di samping Pak Polisi tadi sambil mengajak bercakap-cakap ringan - lagi-lagi sebuah cara yang kulakukan untuk mengurangi ketegangan menjelang ujian praktik. Hari itu sedikit gerimis, Pak Polisi pun menanyakan kepadaku apakah aku mau menunggu dulu atau mau lanjut saja. "Lanjut, Pak", jawabku mantap mengingat aku sendiri sebenarnya sedang ditunggu oleh bos dan timku di kantor. Pak Polisi itu pun membawaku ke lapangan, menunjukkan kepadaku sebuah mobil Avanza yang nantinya digunakan untuk ujian. Beliau kemudian mengajakku untuk menuju tempat ujian praktik, yang lokasinya hanya berjarak 20 meter dari tempat diparkirnya mobil ujian praktik itu.

"Jadi begini ya, saya jelaskan dulu aturan mainnya", kata Pak Polisi itu ramah. Ujian praktik yang pertama: aku diminta untuk mengendarai mobil keluar dari parkiran, belok ke kiri dan mengendarai mobil itu di jalan tanjakan dan berhenti di situ. Ujian berikutnya adalah bagaimana aku dapat melanjutkan mengendarai mobil di tanjakan itu tanpa mobil bergerak mundur. Ini adalah seni berkendara yang menurutku mempunyai tingkat kesulitan yang cukup tinggi, tetapi memang wajib dikuasai demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan yang lain ketika berkendara. Ujian praktik yang kedua: Setelah mobil lanjut bergerak di tanjakan, aku kembali diminta untuk menghentikan laju mobil sejenak di jalan turunan. Usai berhenti, mobil harus dikendarai kembali, sekali lagi belok ke kiri, dan diparkir di area parkir yang telah ditentukan. Titik kesulitan di ujian yang kedua ini, menurutku ada di bagian di mana aku harus memarkirkan mobil tanpa mengenai batas patok yang telah ditetapkan oleh Pak Polisi tersebut.

.. dan dimulailah ujian praktik itu!

Setelah kukenakan safety belt, kukendarai mobil ujian praktik itu dengan hati-hati, mengingat aku harus bersahabat terlebih dahulu dengan level ketinggian koplingnya. Ah, kopling mobil ini ternyata cukup tinggi, sangat signifikan bedanya dengan mobil balap yang aku kendarai sehari-hari. Ya, dengan level ketinggian kopling yang rendah, seseorang akan lebih cepat memindahkan transmisi kecepatannya, khususnya ketika start mengakselerasi mobil. Sudah menjadi kebiasaanku dalam berlalu lintas untuk menyalakan lampu sen sebelum berbelok. Ini pun kulakukan secara otomatis ketika aku menjalani ujian praktik ini.

Akhirnya pun tiba saat di mana aku menghadapi tanjakan itu. Hand rem dan kulanjutkan lajuku menaiki tanjakan itu. Mengingat level ketinggian kopling cukup tinggi, aku yang merasa sedikit panik pun secara refleks menginjak tuas gas cukup dalam sehingga menimbulkan suara mesin cukup keras. Aku cukup berhasil, tetapi tampaknya Pak Polisi tidak begitu happy mendengar suara mesin yang kasar itu. Ujian berikutnya: memarkir mobil. Torsi mobil yang biasa kukendarai sangat berbeda dengan torsi mobil Avanza ini. Aku yang merasa cukup gugup pun sempat mengambil ancang-ancang mundur yang terlalu mepet, sehingga aku harus bergerak maju sekali lagi sebelum memundurkan mobil itu masuk ke tempat parkirnya. Aku berhasil. Aku pribadi memberikan skor 75 kepada diriku di hari itu, harusnya masih bisa lulus.

Pak Polisi itu - entah karena ingin mempersulitku atau sekedar menghabiskan waktu kerjanya sedikit lebih lama lagi bersamaku - memintaku untuk mengulang serangkaian ujian praktik itu sekali lagi. "Suara mobil di tanjakan masih kasar dan parkir mobil belum bisa 1x jadi", begitu jelasnya kepadaku.

Singkat cerita, aku yang sudah lebih menguasai bagaimana mengendarai mobil Avanza dan mempunyai rasa percaya diri yang lebih pun berhasil perform lebih bagus di kesempatan kedua yang beliau tawarkan itu. Aku tak mengalami kesulitan yang berarti saat parkir di kesempatan kedua, mengingat hari Senin lalu aku baru saja memarkirkan mobil dengan posisi yang lebih sulit di gedung parkir tempatku bekerja. Bedanya hanya di soal torsi mobil, dan kali ini aku sudah lebih tahu keterbatasan torsi mobil ini. Setelah kuparkirkan mobil dengan sempurna, Pak Polisi itu pun mengulurkan tangannya dan menyelamatiku. "Selamat ya, Mas. Ujian SIM itu tidak susah 'kan?", tanyanya retoris. Beliau seakan memintaku untuk menyebarkan informasi kepada khalayak luas bahwa pembuatan SIM dengan jalur ujian itu machtbar, bukanlah "bikin SIM yang harus nembak karena ujiannya sangat sulit" seperti desas-desus yang ada..

Wah, ternyata aku sudah menulis cukup panjang. Pun malam ketika aku menuliskan artikel ini sudah semakin larut. Dear pembaca, tanpa bermaksud mengurangi keasyikan kalian ketika sedang tenggelam membaca tulisan ini (sok banget, pede amat kalau tulisannya bisa bikin orang tenggelam), izinkan penulis untuk kembali menggunakan otak kirinya ya :D
1. Sistem pembuatan SIM hari itu sedang offline. Proses pencetakan SIM-nya harus menunggu.
2. Kesempatan menunggu kugunakan untuk pergi ke Kejaksaan untuk mengambil STNK. Jam 10 pagi. Ini pengalaman pertamaku. Aku memasukkan surat tilang, memesan kopi di warung sambil menunggu panggilan. Seperti observasiku sebelumnya, ada banyak Kaizen Idea yang bisa didapat dengan melihat kekurangefektifan ini. Secara mengejutkan aku mendapatkan panggilan jam 11 siang. STNK kuperoleh, bersama secarik surat yang menyebutkan bahwa denda tilang itu hanya Rp 150.000,-. Aku bisa mengambil kembali sisa uang yang telah kubayarkan tadi di Bank BRI. Senangnya hatiku, ini artinya tidak ada ancaman yang berarti untuk berat badanku di akhir bulan ini.
3. Aku kembali ke Satlantas. Sistem masih saja offline. Kutanyakan kemungkinan untuk datang kembali sore hari, selepas kerja. Bosku sudah menunggu. Bapak-bapak Polisi itu menyanggupi.
4. Jam 13 aku dikabari kalau SIM-ku sudah jadi. Jam 17:15 aku kembali meluncur ke Satlantas. Kutanyakan SIM-ku di Posko. Kudapatkan SIM itu, dan betapa bangganya diriku melihat bahwa Orang Jateng yang satu ini kini telah memiliki SIM A terbitan Banten, dengan tanda tangan Bapak M. Sabilul Alif, Kapolresta Tangerang yang juga menjadi junjunganku di dunia literasi..

Ya betul, beliau adalah juga seorang penulis..

Summary:
--> Kab. Tangerang telah menjadi contoh untuk Propinsi Banten ini dalam hal praktik anti-korupsi dalam kasus tilang dan pembuatan SIM
--> Biaya pembuatan SIM A hanya ~Rp 180.000,- (tahun 2018). Aku mendengar gosip bahwa SIM Nembak biayanya Rp 550.000,- (3x lipat)
--> Jujur saja, SIM pertamaku di Jawa Tengah kudapatkan dengan cara nembak.. . Betapa bangganya aku sebagai orang Jawa Tengah boleh memiliki SIM Banten, lebih-lebih dengan cara ujian

Semoga tulisan ini dapat memberikan informasi dan sedikit menginspirasi..


PS: Otak kiriku ternyata sudah tidak pure otak kiri lagi ya.. aku tidak bisa menulis secara singkat, padat, dan jelas lagi.. Apakah ini efek samping dari membaca buku-buku nonfiksi?

Tangerang, 14 Mei 2018


der Gruene Baum

Senin, 30 April 2018

Orang Jateng Bisa Membuat SIM Banten di Kab Tangerang? (Bagian 1/ 3)

Dear All,

Uh uh.. Tepat 1 hari setelah hari ulang tahunku, suatu peristiwa telah menggerakkanku untuk membuka dompet mengambil Surat Izin Mengemudi (SIM) yang kupunya. Betapa kagetnya diriku melihat bahwa SIM itu ternyata masa berlakunya telah habis kemarin, di hari ulang tahunku! Usut punya usut, ternyata masa berlaku SIM itu memang didesain tepat di tanggal kelahiran 5 tahun yang akan datang..

Aduuuh, masalah ini. Aku orang Jateng yang semenjak tahun 2016 lalu telah berganti domisili di Kab. Tangerang sebagai seorang karyawan di sebuah pabrik manufaktur. Hmm, sebenarnya bisa-bisa aja sih bikin SIM di kota asalku. Hal ini sudah diatur oleh Perjanjian Kerja Bersama (PKB) di tempatku bekerja: aku akan mendapatkan izin 1 hari untuk itu. Akan tetapi, aku menilai ini sebagai suatu hal yang kurang bijak untuk dilakukan mengingat ada banyak kerjaan yang harus kuselesaikan di kantor di bulan April ini. Aku pun mencoba untuk mengurus perpanjangan SIM ini di Tanah Jawara. 

Maka jadilah hari Sabtu, hari libur yang kudapatkan setelah membanting tulang selama 5 hari. Sabtu itu sayangnya aku sudah membuat janji untuk mengajar anak-anak di Kota Baja Cilegon melalui kegiatan Kelas Inspirasi (KI) Cilegon 2. Memang, siang hari usai mengajar aku sempat ditemani oleh Kak Jewel ke Mayofield Mall, sebuah mal tempat di mana mobil SIM keliling melayani masyarakat. Sayangnya, seorang petugas keamanan memberitahu kami bahwa mobil tersebut baru datang pukul 16:30. Kayaknya kesorean deh. Belum juga kalau mobilnya kebetulan hari ini pas tidak datang, aku tak mau penantianku nanti sia-sia.

Menghubungi Kak Bere, kami pun mendapatkan masukan untuk bergerak menuju Kantor Satlantas Polres Cilegon yang letaknya berada di dekat alun-alun. Dengan bantuan dari googlemaps kami pun berhasil sampai di sana pukul 13:15. Ah, lagi-lagi usahaku untuk membuat SIM masih menemui kendala. Seperti yang sudah aku duga, layanan SIM di hari Sabtu kemungkinan besar hanya berlangsung setengah hari, sampai dengan jam 12 siang saja. Mungkin memang belum jodohku untuk membuat SIM di Kota Cilegon ya. "Ya elah, orang Jateng mau bikin SIM, jauh bener bikinnya nyampai kota Cilegon. Masih mending kalau tinggalnya memang di sini, sampeyan juga siapa, cuman pelancong aja di kota baja ini..", demikian imajinasiku mencoba membayangkan percakapan yang akan terjadi seandainya aku berhasil menemui petugas pembuatan SIM dan mengutarakan niatku untuk membuat SIM di Cilegon..

Sabtu berikutnya! Ndak enak kalau tidak datang ke pernikahan salah seorang engineer - customer kami di kantor -, aku jadi punya waktu beberapa jam untuk mengurus SIM di Kota Semarang, Jateng. Daya khayalku kembali bermain, "Sugeng enjing, Pak. Kula ajeng ndamel SIM ting mriki..", bahasa yang akan aku gunakan di kantor satlantas di sini. Huhu, lagi-lagi nasib sedang tidak berpihak padaku. Sabtu ini ternyata tanggal merah! Sebagai karyawan, aku tidak menghafalkan hari libur yang jatuh pada hari Sabtu, karena pada hari ini aku memang mendapatkan libur. Banten Banten. Mungkin memang peruntunganku masih ada di propinsi ini.. aku pun kembali ke Kota Benteng Tangerang ini dengan tangan hampa.

Seminggu yang berikutnya kembali berlalu. Kini aku berencana membuat SIM di kota domisiliku, Kab. Tangerang. Setelah kuparkirkan kendaraanku di sebuah lapangan parkir berlumpur di seberang, kumasuki Kantor Satlantas Polres Tangerang yang terletak di Pemda Tigaraksa. Petugas di posko menanyaiku apakah aku mau membuat SIM baru atau memperpanjang SIM. "Perpanjang SIM", jawabku mantap. Sebenarnya, dari referensi-referensi yang aku baca di dunia maya, sejak tahun 2017, SIM yang masa berlakunya sudah lewat 1 hari saja sudah dianggap mati. Orang tidak bisa lagi memperpanjangnya, melainkan harus membuat SIM yang baru. Rasa-rasanya sudah menjadi sifat dasarku yang iseng: aku tetap mencoba mengurus SIM dengan cara "perpanjang SIM", siapa tahu aturan tahun 2017 itu masih bisa dibelokkan, belum semulus dan selurus jalan tol.. Petugas pun mengarahkanku untuk membayar asuransi dan meminta surat kesehatan dari kantor terkait yang ada di seberang, yang letaknya persis di sebelah lapangan parkir berlumpur tadi.

Terasa betul manfaatnya membaca referensi dalam membuat SIM! Aku yang memang sudah menyiapkan beberapa fotokopi KTP dengan secepat kilat langsung menyerahkan syarat tersebut ketika diminta oleh petugas, baik petugas asuransi maupun kesehatan. Aku mengeluarkan kocek senilai Rp 30.000,- untuk membayar asuransi dan Rp 25.000,- untuk tes kesehatan. Sekalipun aku merasa bahwa berat badanku sudah tidak ideal lagi, aku tidak mengalami kesulitan ketika menjalani tes kesehatan. Aku hanya disodori beberapa pertanyaan dari buku tes buta warna, menyebutkan angka yang tertera di halaman satu dan halaman lainnya.

Usai mendapatkan kedua syarat ini, dengan meninggalkan KTP asli aku mendapatkan penang kuning bertuliskan "Perpanjangan SIM" dari petugas di posko satlantas. "I am on the right track to apply the driving license", gumamku percaya diri. Kepercayaan diriku seketika goyang di pos pengambilan formulir. Petugas itu menyampaikan bahwa SIM-ku sudah tidak berlaku lagi. Persis seperti referensi yang telah aku baca sebelumnya, beliau menjelaskan bahwa SIM dulunya memang diberi allowance masa berlaku sampai dengan 3 bulan ke depannya. Namun, sejak tahun 2017, aturan ini direvisi. Telat sehari pun, SIM sudah tidak berlaku lagi. Mau ngeles lupa ngecek masa berlakunya? Maaf, seperti yang aku tulis di atas tadi: SIM ternyata sudah didesain untuk habis masa berlakunya di hari ulang tahunmu 5 tahun yang akan datang. Jadi.. sama seperti visual plat nomor yang memberikan informasi bulan habisnya masa berlaku STNK, kamu memang harus selalu cek ketika bulan di kalender sudah berganti memasuki bulan kelahiranmu. Ah, 5 tahun itu 'kan lama Mas. Emm, menurutku sih nggak lama-lama amat ya, apalagi kalau kamu sudah mulai memasuki rutinitas di dunia kerja. Curcol dikit nih, gini-gini aku udah ada 2 tahun lebih lho mencari nafkah di Kab. Tangerang ini.. Adakah yang kelihatan berubah dari diriku? Kelihatannya sih nggak, kecuali perut yang sudah bertambah maju :D

Kembali ke kepengurusan SIM, aku perlu menebus uang senilai Rp 125.000,- untuk mengambil formulir tersebut. Setelah mengisi lengkap formulir dan menyertakan fotokopi KTP dan SIM, kuserahkan berkas itu ke pos berikutnya.

Sambil menunggu panggilan dari petugas untuk proses selanjutnya, aku pun sempat mengabadikan banner berikut, yang akan aku tuliskan lagi sehingga teman-teman pembaca dapat mengetahui jam pelayanan SIM di Satlantas Polresta Tangerang.

JAM PELAYANAN
Senin s/d Kamis: 08:00 WIB s/d 15:00 WIB
Jumat s/d Sabtu: 08:00 WIB s/d 14:00 WIB


... (bersambung)




Senin, 12 Agustus 2013

Iserlohn

Pada hari Minggu kuturut masinis ke Iserlohn. Jarak perjalanan pulang pergi sejauh 676 km yang kutempuh bukan menjadi sebuah masalah besar bagiku. Sebuah persahabatan yang begitu berarti di antara 2 orang yang berunsur api. Ya, Dita telah menyelesaikan kuliah S1nya di Jerman dan kini mendapatkan gelar B.Eng.
 
Heidelberg - Iserlohn - Düsseldorf - Heidelberg

Untuk merayakan kelulusan Dita dan untuk semakin mengafdolkan hari raya Idul Fitri yang kita peringati kemarin lusa, jadilah kami mengunjungi Restoran Bali di kota Iserlohn. Gaung restoran ini amatlah terkenal sejak aku datang ke Jerman. Dan senang sekali rasanya akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk mencicipi sedikit kenikmatan dewa.

 Piring #1: Perkedel kentang, cumi, bihun, mie goreng, ...

 Piring #2: Sate ayam, lemper, siomay, bebek goreng, ...

Piring #3: Kerang, Rendang, Gulai Kambing, Daging Kangguru, ...

 Piring #4: Gurami goreng, Sate madura, Tahu tempe, Kepiting, ..

 Piring #5: Klepon, Onde-onde, Gado-gado, ...

Nachtisch: Bubur Ketan Hitam

Alhamdulilah ya Allah, dengan meraih kocek 14,95 € aku boleh makan makanan itu semua. Terima kasih kepada pemilik restoran Bali di Iserlohn (cowok: orang Indo, cewek: orang Thailand), Mas2 dari Jombang yang begitu ramah (selalu nawarin masakan yang barusan keluar dari dapur)

"Mas, mas: Sate kambing, Mas-mas: Kangkung"

Dan terima kasih untuk Felicia Primadita, B.Eng yang telah membuat semua mimpi indah tadi menjadi nyata.. Bis zur nächsten Reise!


Akhir kata, aku ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1434 H. Mohon maaf lahir dan batin..

Sabtu, 29 Juni 2013

Maraton Film

Hei semuanyaaa,

Sejak Selasa kemarin ada tamu yang bermalam di kamarku. Dia mahasiswa kedokteran UI yang sedang melakukan pertukaran selama 1 bulan dengan mahasiswa kedokteran Uni Heidelberg.

Dia punya prinsip, kalau makan itu harus sambil nonton film. Kalau enggak, itu such a wasting time.
Alhasil sejak Rabu sampai Jumat kemarin, akhirnya aku yang punya gen nggak terlalu demen nonton film (karena di Salatiga nggak ada bioskop :( ) nonton 3 film berturut-turut yaitu

- Wreck-It Ralph
- Invictus
- Total Recall

Aku mulai ngrasa betapa pentingnya nonton film-film (terutama yang berkualitas).

Film Wreck-It Ralph misalnya mempunyai amanat
"Orang jahat boleh-boleh aja suatu saat berkeinginan jadi orang baik. Tapi caranya tidak harus dengan memperoleh medali, membuktikan diri kepada semua orang kalau dirinya bisa menjadi seorang pahlawan. Sebenarnya caranya cukup dengan membahagiakan 1 orang saja, apakah dengan begitu aku masih dianggap sebagai orang jahat?"

Dan yang kedua adalah Invictus
"Forgiveness liberates the soul. It removes fear. That is why it is such a powerful weapon" - Nelson Mandela -
Sebuah film yang menceritakan sepotong cara kepemimpinan Nelson Mandela, presiden pertama berkulit hitam di Afrika Selatan.
Film ini memberiku 2 inspirasi:
1. Olahraga ternyata bisa menyatukan kita sebagai suatu bangsa.
2. Apakah mungkin, Indonesia suatu saat memiliki presiden dari suku x atau selain yang beragama y?
Sudah bukan saatnya lagi judge the book by its cover. Nilailah seorang manusia bukan dari outter beautynya (warna kulit, tinggi badan), tapi dari diri mereka masing-masing. Karena dari mata kuliah evolusi kita belajar: variasi gen terbesar justru terjadi di antara populasi dalam sebuah negara (bukan antarbenua). Dari 200 juta penduduk Indonesia, kita nggak bisa memukul rata kalau suku x pasti memiliki sifat z atau agama y pasti memiliki sifat a :) Betul kan?

Dan berikutnya yang aku suka adalah tipe film Sci-Fi, seperti yang beberapa waktu lalu aku tonton: Star Trek. Film Total Recall ini tidak kalah serunya dalam memberikan inspirasi.
1. Alat transportasi dari Inggris ke Australia yang bisa menembus inti Bumi?
Ini cukup masuk akal sih, setengah keliling Bumi itu = pi.d, diameter Bumi sendiri = d
Tanpa faktor pi, jarak perjalanan memang lebih singkat :)
2. Alat Total Recall yang seperti di film Inception, membuat kita bingung: ada di dunia manakah kita sebenarnya saat ini.


Dan, dgn menonton film2 itu, kemampuan bahasa Inggris kita sedikit demi sedikit bisa berkembang :)
That's why kita perlu menonton film (terutama yang berkualitas).

Sabtu, 27 April 2013

KNKP: Kenusantaraan dan Kepemimpinan

KNKP merupakan akronim dari KeNusantaraan dan KePemimpinan, salah satu dari 3 mata pelajaran kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara Magelang.

Pelajaran ini (pada masanya) diampu oleh Bapak Banar Budiyono dan Bapak Henang Widayanto.


Yang membuatku tiba-tiba menulis tentang ini adalah
Ketika liburan di Indonesia, aku mencoba membongkar-bongkar kardus dokumen-dokumenku di SMA untuk mencari buku paket Kimia.
Tiba-tiba aku melihat sebuah buku tulis yang waktu itu aku pakai untuk mencatat di pelajaran KNKP ini.

Arsip ini ditulis pada tahun 2009, tahun di mana aku menjabat sebagai Ketua 2 OSIS di SMA itu. Tahun di mana kata "Kepemimpinan" menjadi sebuah kata yang sangat berarti bagiku. Ya, di tahun itulah aku boleh mendapatkan kesempatan untuk belajar memimpin di sekolah yang memang sengaja dipersiapkan untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa ini di masa mendatang.

Berikut cuplikannya
"Terima kasih, Anda tidak terlambat (16:00)
Salah satu ciri pemimpin potensial:
-> "rasa bersalah dan rasa malu jika terlambat""

Aku cuman bisa bilang "wow" bila mengenang lagi masa-masa itu.
Sebuah metode yang unik untuk memanajeri manusia. Bukannya menegur dan menasehati mereka yang datang terlambat, tapi Beliau memberikan masukan bagi mereka yang ingin disebut sebagai seorang pemimpin yang potensial.

Jiwa mudaku bergejolak.
Aku merasa mirip dengan Harry Potter, yang di edisi keenamnya menemukan sebuah buku ramuan ajaib milik Profesor Snape (Harry Potter and the Half Blood Prince).
Mudah-mudahan manfaat dari membaca buku tersebut juga mirip, aku bisa "meracik" diriku dengan baik, sehingga bisa memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia.

N.B.
Bedanya, buku yang kutemukan adalah buku milikku sendiri :)

Jumat, 12 April 2013

Aku pulang..!

Huhu allerseits,

Aku pulang..!
Setelah kurang lebih 1 bulan berpisah dengan dunia maya, kini aku kembali lagi ke tanah Jerman untuk menulis..!!!

Memang benar kata seorang sahabatku di sini, sebetah-betahnya kamu di negeri orang, kamu tetep butuh sesekali kembali ke negaramu, untuk mengisi bahan bakar.
Aku nggak tahu apa yg ia maksud dengan bahan bakar, tapi aku merasa telah menemukannya. Bahan bakar itu adalah cinta terhadap tanah air.

Aku cinta Indonesia.
Tiga kata itu gampang untuk diucapkan, tapi ketika aku mengucapkannya pada hari ini, aku merasa ada kebahagiaan yang meluap-meluap yang membuatku mau mengatakannya dari lubuk hati yang terdalam.

Weeez, apa jangan-jangan Kristanto sudah menemukan pujaan hatinya selama liburan kali ini?
Atau gara-gara puas makan banyak makanan yang enak-enak di sana?
Atau karena apa nih? hehe

Satu-satu aja ya aku ceritainnnya.
Bagian pertama adalah soal biaya.
1. Aku baru aja perpanjang SIM C di kota Salatiga, perpanjang selama 5 tahun dan hanya dikenakan biaya Rp 105.000,00..!!!
Hal yang pengen aku soroti di sini adalah, tampaknya sudah semakin sedikit pungutan-pungutan liar di Indonesia, semenjak ada KPK :)
2. Biaya kirim kartu pos ke Jerman, Rp 5.000,00..!
3. Biaya kirim surat dalam kota Salatiga, Rp 2.000,00; Jawa Tengah Rp 2.500,00; dan Ekspress 1-2 hari (Nasional) Rp 9.000,00!
 4. Aku selalu membangga-banggakan Mitfahrgelegenheit di negara Jerman. Ternyata di Indonesia juga ada lho, tapi namanya travel :D
Aku sempet survei harga nih ceritanya, yakni Cipaganti ke Jogja.
- Titip barang Rp 30.000,00
- Penumpang Rp 40.000,00
Yang membuat aku lebih bahagia lagi adalah, aku pernah mencoba naik bus umum dari Salatiga ke Jogja.
- Salatiga - Bawen tarifnya Rp 3.000,000 (Ekonomi)
- Bawen - Jogja tarifnya Rp 35.000,00 (Patas)
Jadi kalau dihitung-hitung, travel Salatiga - Jogja itu harganya merakyat..!!!

Sekian dulu postinganku yang pertama setelah pulang ke Jerman lagi ini.
Ternyata aku makin cinta Indonesia, makin sayang, abdi bogoh kasalirang, kula tresena sliramu, Indhonesiya..!!!

Selasa, 08 Januari 2013

Ketulusan dan Perjuangan

Bahahaha
Selama bulan Desember aku ternyata tidak menulis apapun.. :D

Ihr habt mich sehr inspiriert. Ich danke euch!

Demikian bunyi status yang aku pasang di Facebook, sebelum aku mengakhiri hari yang luar biasa ini.
Aku benar-benar merasa beruntung, karena mendapatkan sahabat-sahabat yang begitu baik di perantauanku yang ke-4 ini.

Salah seorang sahabatku ini telah mengajarkan kelemahlembutan, ketulusan, dan pelayanan.
Sedangkan sahabat yang lain mengajarkan ambisi, kesederhanaan, tanggung jawab, dan perjuangan hidup.

Aku sungguh merasa diingatkan kembali, betapa malasnya ternyata diriku selama ini..


Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh-sungguh mau hadir dalam hidupku melalui mereka.
Berkatilah mereka Tuhan, jagailah mereka selalu.


P.S.
Sennin mesum, suatu saat nanti bukumu benar-benar akan membawa angin perubahan besar dalam dunia ninja!

Jumat, 28 September 2012

Smartphone Merusak Moral!?

Halooo semua,
Inspirasi buat menulis hari ini datang dari seorang sahabat.
Tema ini sebenarnya cukup berat, tapi memang sangat relevan dengan apa yang telah terjadi di zaman sekarang, yang mungkin tidak mudah untuk kita sadari.

Era Smartphone di Indonesia diawali dengan masuknya sebuah Handphone (HP) canggih: Blackberry (BB). Seorang teman pernah berkelakar, "Sama seperti penyakit DB (Demam Berdarah), penyakit BB ini juga mewabah di Indonesia". Benar saja, paling tidak sampai tahun 2011 lalu hampir semua anak muda di Indonesia menggembol HP yang satu ini di saku celananya. Bahkan ada seorang teman kuliah yang berkata, "Saya memang mengalami kesulitan untuk bisa menebak orang Asia itu datang dari negara mana. Tetapi ketika saya melihat dia membawa Blackberry, saya bisa pastikan bahwa ia berasal dari Indonesia". Wow!!!

Era Smartphone ini pun kemudian berlanjut dengan datangnya iPhone dan Android, yang menawarkan segudang aplikasi yang lebih menarik lagi dibanding Smartphone-Smartphone pendahulunya. Entah di tahun 2013 nanti akan jadi tinggal berapa anak muda di Indonesia yang tidak bersenjatakan Smartphone ini.

Teknologi memang akan terus berkembang. Trend Smartphone pun sepertinya akan terus berkelanjutan tiada berkesudahan.

Kalau ada pertanyaan: Apa sih sebenarnya yang membuat Smartphone bisa berkembang sepesat ini?
Jawaban yang pertama kali terpikir adalah karena Smartphone menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi. Jarak ribuan kilometer bisa ditempuh dalam waktu sekian detik aja dengan adanya Smartphone. Sebut saja fasilitas chat yang dimiliki oleh Blackberry: BlackBerryMessenger (BBM). Aku yang kebetulan mendapatkan kesempatan untuk berkuliah di Eropa tidak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan keluarga di Indonesia berkat ini. Doktrin klasik "tetap menjaga koneksi teman di Indonesia" pun bukan menjadi suatu hal yang sulit untuk dilakukan berkat kecanggihan teknologi ini, lebih-lebih karena hampir semua teman sebayaku menggunakannya. Selain cepat, chat ini juga tidak mahal. Biaya langganan paket Blackberry di sini hanya 10 Euro (= Rp 120.000,-) per bulannya. Dua hal inilah yang kiranya melatarbelakangi alasan kemudahan yang aku ungkapkan di awal.

Dunia ini pun tanpa kita sadari telah sedikit berubah. Aku hampir tidak pernah merasa kesepian ketika sendiri di rumah maupun di jalan. Smartphone selalu bisa menemaniku! Dengan sedikit tarian jempol di atas keypad saja, aku sudah bisa membuat mata dan pikiranku kembali sibuk bekerja. Aku berinteraksi dengannya, menangkap kata-kata sambil membayangkan ekspresi wajahnya. Dan ini menyenangkan, ini adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan!
Dan hal ini berbeda dengan game-game di dunia maya, karena Smartphone itu nyata. Orang-orang yang aku ajak untuk berinteraksi di sana adalah orang-orang yang memang pernah aku jumpai. Mereka eksis di dunia ini. Lalu apa salahnya aku menginvestasikan waktuku untuk hal ini?

Karena aku mempunyai pandangan demikian, tanpa disadari aku telah kehilangan etika dan tata krama.
1. Ketika menonton TV bersama teman-teman di kos-kosan, aku sering tidak menjawab ketika diajak ngobrol, karena ketika ada notifikasi baru, aku segera asyik dengan Smartphoneku :)
2. Ketika ada di dalam mobil, di mana cuma ada aku dan sopir di dalam mobil itu, aku justru tidak mengajaknya ngobrol, tapi malah sibuk sendiri dengan dunia Smartphoneku :I
3. Ketika makan malam bersama sekeluarga di rumah, aku bukannya melihat itu sebagai kesempatan untuk ngobrol dengan mereka, melainkan tetap asyik sendiri dengan duniaku :(
4.  Puncaknya adalah ketika aku sedang ngobrol berdua saja dengan sahabatku ini. Aku bahkan sering kali masih saja berasyik-asyik ria di dunia yang kuanggap nyata itu TT
Beruntung aku mempunyai sahabat yang kritis seperti dia. Dia berani menegur dan menumpahkan segala rasa kekesalannya karena tidak dianggap sebagai manusia di saat itu juga. Benar juga, secara tidak sadar aku telah kehilangan moral kemanusiaanku karena Smartphone ini!

Orang-orang di sekitarku, maafkan aku. Aku menjadi tidak peka dan kehilangan nilai-nilai moral dan kemanusiaanku karena sibuk dengan dunia Smartphoneku ini. Kini aku temukan jawaban yang lebih utama dari pertanyaan di atas: kenapa Smartphone telah berkembang sepesat ini.

Bukan "kemudahan", melainkan "keserakahan". Serakah, karena di saat yang bersamaan manusia ingin memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya kepada sebanyak-banyaknya manusia.

Apakah itu mungkin? Dulu aku memang menjawab mungkin. Akan tetapi dengan ketidakpekaanku terhadap orang yang ada di sekitarku, bahkan terhadap orang yang saat itu sedang berinteraksi denganku di depan mata dan kepalaku sendiri, itu sudah menjadi bukti yang cukup bahwa hal itu tidak mungkin.
Daripada melayani obrolan dengan orang yang berjarak puluhan, ratusan, bahkan ribuan kilometer dengan kita, bukankah orang yang berada di depan kita saat itu jauh lebih penting? Aku yakin, Tuhan pun sengaja menciptakan keterbatasan pada penglihatan kepada kita, (tidak bisa zoom in dan tidak bisa menembus benda lain) karena alasan ini.

Akhir kata, seperti motto Mas Jokowi, "Nguwongke uwong", aku akan berusaha mulai detik ini untuk sebisa mungkin lebih menghargai orang-orang di sekitarku. Melaksanakannya ternyata tidak semudah mengucapkannya, apalagi dengan godaan-godaan teknologi seperti ini!

Jumat, 14 September 2012

Lomba MSI ke-9

LOMBA MATEMATIKA, SAINS DAN BAHASA INGGRIS (MSI) SMP
TINGKAT NASIONAL ke 9
DI SMA TARUNA NUSANTARA TAHUN 2012

Tujuan Lomba
a. Menumbuh kembangkan potensi dan minat terhadap bidang Matematika, Sains, dan Bahasa Inggris kerangka penguasaan dasar-dasar iptek yang kokoh serta meningkatkan kemampuan mengakses informasi dan berkomunikasi
b. Menumbuh kembangkan kemampuan penalaran dan olah pikir sehingga tercipta budaya ilmiah.
c. Memprediksi kemampuan awal peserta lomba dalam penguasaan mata pelajaran Matematika, Sains dan Bahasa Inggris dalam rangka pencarian bibit unggul calon siswa SMA Taruna Nusantara
Sasaran
a. Sasaran kompetensi yang diamati adalah ranah kognitif melalui mata pelajaran Matematika, IPA (Fisika dan Biologi) , dan Bahasa Inggris
b. Mengenal lebih dekat tentang SMA Taruna Nusantara melalui kompetisi ilmiah bagi siswa SLTP se-Indonesia.
c. Menjaring siswa-siswi berpotensi untuk berprestasi di bidang sains dan Bahasa Inggris
Materi Lomba
Materi lomba adalah uji kemampuan pada mata pelajaran Matematika, Sains (Fisika dan Biologi) dan Bahasa Inggris secara komprehensif dengan jenis tes tertulis obyektif, esai dan problem solving.
Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Lomba dilaksanakan pada hari Minggu, 11 November 2012, bertempat di Kampus SMA Taruna Nusantara
Peserta
Peserta lomba adalah siswa SLTP/sederajat tahun pelajaran 2012/2013
Pendaftaran
a. Secara manual dengan mengisi blanko yang diperoleh dari leaflet ini dan dikirimkan via pos ke Panitia paling lambat tanggal 10 November 2012, atau diserahkan langsung di Sekretariat Panitia Lomba MSI Mimbar Fisika, SMA TN Magelang, dengan membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 50 000,- di nomor rekening: 1610-01-00431-53-0 atas nama HARSONO (BRI cabang 1610 KK Taruna Nusantara).
b. Secara on line
c. Pendaftaran Online ditutup tanggal 1 November 2012
Tahapan Lomba
Lomba terdiri atas tiga babak sebagai berikut :
a. Babak Pendahuluan dengan speed test Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris.
b. Babak semifinal dengan power test untuk peringkat 30 terbaik peserta dari babak pendahuluan.
c. Babak final untuk 5 peserta terbaik dengan adu kompetensi melalui problem solving.
Penghargaan Peserta dan Juara
a. Setiap peserta mendapatkan Piagam Penghargaan selaku peserta, semifinalis (30 peserta) dan finalis (5 peserta).
b. Bagi 5 peserta terbaik mendapatkan penghargaan untuk bebas tes akademik pada seleksi Casis SMA Taruna Nusantara TP. 2013/2014
c. Bagi 5 finalis mendapatkan hadiah sebagai berikut :
1) Uang Pembinaan total Rp. 20.000.000,00 dengan rincian :
Juara I Rp 6.000.000,00
Juara II Rp. 5.000.000,00
Juara III Rp. 4.000.000,00
Juara Harapan I Rp. 3.000.000,00
Juara Harapan II Rp. 2.000.000,00
2) Piala:
a) Piala bergilir untuk Juara I
b) Piala tetap untuk juara I, II, III, harapan I, harapan II
Akomodasi dan Makan
a. Panitia menyediakan 1x snack dan makan siang untuk peserta
b. Di dalam kampus SMA TN disediakan fasilitas Mini Market dan kantin
c. Panitia tidak menyediakan tempat penginapan. Peserta/pendamping dapat menginap di penginapan penduduk (Home Stay) di sekitar kampus SMA TN atau di hotel sekitar Magelang.
Berikut daftar hotel-hotel di sekitar SMA TN :
1. Hotel Ning Tidar (M 3) Jl. Purworejo Km 4, (0293) 314316
2. Hotel Sriti (B 3) Jl. Daha No 23, (0293) 363347/363348
3. Hotel Trio (B 2) Jl. Jend. Sudirman No. 68, (0293) 365095
4. Hotel Jujur (M 2) Jl. Tidar No. 44, (0293) 363797
5. Hotel Wisata (M 3) Jl. Jend. Sudirman No. 367, (0293) 362593
Contact Person
1. Amin Sukarjo : 081328865317, amin.sukarjo@gmail.com, 0293 364195 ext 222
2. Legiyo : 085878675600, pagio2612@yahoo.com, 0293 364195 ext 260
3. Sri Susiana : 081328551230, susiana.suryandari@facebook.com, 0293 364195 ext 253
4. Humas SMATN : 0293 364195 ext 104
Alamat Panitia
Mimbar Fisika
SMA Taruna Nusantara
Jl Raya Purworejo Km 5 Magelang
Jawa Tengah – 56172
Telp 0293 364195
Fax 0293 364047

Sumber: http://taruna-nusantara-mgl.sch.id/id3/2012/08/lomba-msi-ke9/

Rabu, 13 Juni 2012

Cara Memilih Raket Badminton yang Baik

Inspirasi untuk menulis hari ini datang dari Boedi Ha, seorang pemain badminton asal Semarang yang tergabung dalam sebuah klub Badminton kota Kaiserslautern.

Seperti yang kita ketahui bersama, Badminton adalah olahraga yang paling digemari oleh masyarakat Indonesia setelah sepak bola. Merk YONEX yang begitu melekat di olahraga ini tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Setidaknya pada tahun 2012 ini, YONEX menawarkan 4 jenis raket yang telah disesuaikan dengan gaya permainan kita, yaitu
1. Voltric - power
2. Nanoray - speed
3. ArcSaber - accuracy
4. Nanospeed - swing movements (offensive)

Dan berikut ini adalah raket-raket terbaik di jenisnya masing-masing
1. Voltric Z-Force (209,95 €)
2. Nanoray 700RP dan 700FX (189,95 €)
3. ArcSaber Z-Slash (199,95 €)
4. Nanospeed 9900 (199,95 €)

Pengen tahu lebih lanjut?
Silakan menuju ke TeKaPe..
http://www.yonex.de/fileadmin/user_content/artikel/badminton/PDF/YONEX_2012_Badminton_web.pdf

Jumat, 08 Juni 2012

Pesan Lord Baden-Powell of Gilwell yang Terakhir

Para pramuka yang kucinta !

Jika kamu pernah melihat sandiwara “Peter Pan”, maka kamu akan ingat mengapa Pemimpin Bajak
Laut selalu membuat pesan-pesan terakhirnya sebelum ia meninggal, karena ia takut tak akan
sempat lagi mengeluarkan isi hatinya, kalu tiba saatnya ia menutup mata nanti.

Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum meninggal, namun saat itu akan tiba
juga bagiku. Oleh karenanya aku ingin menyampaikan sekedar kata-kata perpisahan untuk minta diri
kepadamu.

Ingatlah, bahwa ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu renungkanlah !

Saya telah memiliki kehidupan yang sangat bahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu sekalian
masing-masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu seperti aku.
Saya yakin, bahwa Tuhan menciptaan kita dalam dunia yang bahagia ini untuk hidup berbahagia dan
bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan
ataupun dari kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan ialah dengan membuat dirimu
sehat dan kuat, lahir dan batin sejak kamu masih anak-anak, sehingga kamu dapat berguna bagi
sesamamu dan dapat menikmati hidup jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan
menimbulkan kesadaran dalam hatimu, betapa banyak keindahan dan keajaiban yang diciptakan
Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya ! Bersyukurlah dengan sesuatu yang telah
kamu dapatkan dan berbuatlah yang terbaik atas apa yang telah kamu dapatkan.

Lebih baik melihat suatu hal dari sisi baiknya daripada dari sisi buruknya. Cara yang benar untuk
memperoleh kebahagiaan ialah dengan membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat
meninggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada ketika kamu datang. Dan ketika tiba
giliranmu untuk meninggalkan dunia ini, maka kamu akan meninggal dengan hati bahagia karena
ketika masih hidup kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, tetapi telah kamu gunakan dengan sebaikbaiknya.

Sedialah dengan cara ini, untuk hidup bahagia dan meninggal dengan bahagia pula.
Letakanlah niat ini senantiasa dalam Janji/Satya Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan anakanak
lagi, dan Tuhan akan selalu menganugerahi pertolongan kepadamu dalam melaksanakan
niatmu.

Temanmu,



Baden-Powell Of Gilwell
(pesan ini ditemukan diantara kertas-kertas Baden-Powell, sesudah beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941)

sumber: http://racanamuria.multiply.com

Sabtu, 12 Mei 2012

KNKP: 11 Asas Kepemimpinan

Pak Henaaang, saya kangen dapet pelajaran KNKP lagi..!
Buat sobat pembaca yang belum tahu apa KNKP itu, begini penjelasannya.
KNKP adalah salah satu mata pelajaran khusus yang hanya ada di SMA TN, yaitu singkatan dari KeNusantaraan dan KePemimpinan.

Berikut ini adalah 11 Asas Kepemimpinan
1. Takwa
2. Ambeg Parama Arta
3. Waspasa Purba Wisesa
4. Ing Ngarsa sung Tuladha
5. Ing Madya Mangun Karsa
6. Tut Wuri Handayani
7. Blaka
8. Legawa
9. Gemi
10. Nastiti
11. Prasaja

SMA Taruna Nusantara
School for Indonesian Future Leader

Jumat, 27 April 2012

Lebih Indah - Adera

Fyuuuh, lega banget rasanya habis nulis Klausur Humanbiologie sore tadi.
Puji Tuhan aku diberi kelancaran dalam mengerjakan, mudah-mudahan hasilnya juga memuaskan.

Pulang dari Klausur, entah datangnya dari mana, tiba-tiba aku terngiang-ngiang lagu "Lebih Indah - Adera".
"... Dan kau hadir merubah segalanya menjadi lebih indah..."

Demikian kurang lebih lirik lagu bagian refrennya.
Penasaran, sepulang dari belanja Paprika Chips XXL dari LIDL aku cari chord + lirik lagunya, kuambil gitar dan mulai kumainkan..

Lebih Indah - Adera

      Am                   E
Saat ku tenggelam dalam sendu
      Am                   D
Waktupun enggan untuk berlalu
        F                Em      Am
Ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
   Bm                  E
Entah untuk siapapun itu

     Am                 E
Semakin ku lihat masa lalu
     Am                  D
Semakin hatiku tak menentu
     F                Em     Am
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
   Dm                  E
Saat ku melihat senyummu

Reff :
           A   C#m       F#m   Bm
Dan kau hadir merubah segalanya
     E     D     C#m
Menjadi lebih indah
            F#m                Bm
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
     E                 A
Membuatku merasa sempurna
      C#m   F#m Bm          E    D   C#m
Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
           F#m               Bm
Berdua denganmu selama-lamanya
     E                  A
Kaulah yang terbaik untukku

Intro : Em Am Em

    Am                    E
Kini ku ingin hentikan waktu
      Am                D
Bila kau berada di dekatku
      F                 Em      Am
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
    Bm                E
Kan ku petik satu untukmu

Back to Reff

F     Em Am       A#            A
Ku percayakan seluruh hatiku padamu
F        Em      Am
Kasihku satu janjiku
     Dm                  E
Kaulah yang terakhir bagiku

Back to Reff

http://adera-online.com/
 
Sumber: http://tabs.ultimate-guitar.com

Minggu, 22 April 2012

TLR Signaling is Required for Salmonella typhimurium Virulence

Hmm, judul jurnal ilmiah yang kedengarannya susah.
Tapi aku tidak mau kalah.
 Aku tidak akan menyerah..!

Apalagi setelah aku nonton video ini: http://www.youtube.com/watch?v=iVMIZy-Y3f8
dan tentuya tak ketinggalan yang satu ini: http://www.youtube.com/watch?v=XyYXICcZw70

I believe, that they are just what i do want to be: Researcher.

Sabtu, 07 April 2012

Semesterticket Paling Dewa..!

Sudah lama aku tidak menulis artikel apapun di blog ini.
Sejak tanggal 18 Februari kemarin sebenarnya aku sudah libur sih, tapi entah kenapa justru tidak produktif menulis :D

Inspirasi untuk menulis hari ini datang dari seorang Abang TN16.
Ia memamerkan Semesterticket-nya yang begitu dewa: 1 negara bagian Hessen + penggunaan IC/ EC..!



Sumber: http://www.das-marburger.de/

Waw..!
Selama ini aku mengira, Semesterticket yang paling luar biasa adalah milik Mahasiswa di Nord-Rhein-Westfallen (NRW): 1 negara bagian NRW.
Oleh karena itu, aku sempat berpikir untuk berkuliah di sana.

Melihat kenyataan super luar biasa ini, aku merekomendasikan pelajar-pelajar Indonesia yang ingin berkuliah di Jerman untuk mempertimbangkan Universitas Marburg sebagai prioritas tempat kuliah.

Urutan Kedewaan Semesterticket:
1. Semesterticket Marburg (Hessen + Penggunaan IC/ EC)
2. Semesterticket NRW (NRW)
3. Semesterticket Niedersachsen (Niedersachsen, tapi tidak termasuk di dalam kotanya)
4. Semesterticket Kaiserslautern (VRN: Mannheim, Heidelberg, Würzburg + Westpfalz: Kaiserslautern, Zweibrücken, Homburg)
5. ...

Angaben ohne Gewähr. Penulis dengan senang hati menerima koreksi dan tambahan informasi yang berguna bagi kesejahteraan rakyat Indonesia di tanah Jerman ini :p

Jumat, 06 Mei 2011

Hentikan Celaan terhadap "komisi8@yahoo.com"!

Baru-baru ini Indonesia diributkan oleh berita Kunjungan Komisi 8 DPR RI ke Australia dalam rangka Studi Banding. Dalam kunjungannya ini, Komisi 8 sempat singgah di KJRI Melbourne dan bertatap muka dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA).

Hal yang paling menarik dari Tatap Muka ini adalah digemborkannya alamat email "komisi8@yahoo.com" sebagai alamat email resmi dari Komisi 8 DPR oleh salah seorang anggota komisi tersebut. Tentu, sebagai sebuah lembaga sekelas DPR, masih digunakannya domain yahoo sebagai alamat email resmi adalah sebuah hal yang patut ditertawakan. Belum lagi, alamat email yang bersangkutan ternyata memang tidak pernah ada (sampai dengan berita itu dipaparkan oleh PPIA).

Dari sinilah terlihat ketidakprofesionalan para anggota DPR. Dari sudut pandang saya, para anggota DPR ini mungkin sudah mempunyai alamat email resmi, tetapi belum digunakan secara efektif. Pada saat mereka ditanya, mereka panik (tak terbiasa menggunakan sehingga tak tahu) dan akhirnya mencoba menjawab "komisi8@yahoo.com", yang pada akhirnya justru mempermalukan mereka sendiri.

Saya setuju, bahwa DPR perlu mengadakan pembenahan atas hal ini. Di era teknologi dan informasi ini, Internet memegang peranan penting dalam komunikasi dan saya rasa tepat, apabila aspirasi dari rakyat bisa disalurkan melalui email ke para wakil rakyat ini.

Akan tetapi, saya tidak setuju apabila berita ini diekspos besar-besaran melalui berbagai media yang ada. Sebut saja media youtube, yang bisa diakses oleh seluruh orang di dunia. Malu rasanya menjelek-jelekkan lembaga negara sendiri di hadapan seluruh dunia, bukan?

Mencela pihak lain tidak akan pernah ada habis-habisnya. Seperti kata pepatah, "gajah di pelupuk mata tak tampak, tetapi kuman di seberang lautan tampak". Perubahan besar hanya akan terjadi apabila masing-masing orang melakukan perubahan-perubahan kecil, yakni perubahan terhadap dirinya sendiri. Daripada sibuk mencela pihak lain, lebih baik kita ubah diri kita sendiri menjadi lebih baik daripada hari kemarin...


Hidup Indonesia, Jayalah Indonesia..!!!
- Untuk Indonesia yang lebih baik -

Senin, 11 April 2011

Liga PPI Karlsruhe 2011

Yeah..!
Tim ChangCut
1.Guntur
2.Kristanto Irawan Putra (C)
3.Agus Putu Wilaksana
4.Michael Sohandjaja
5.Anson Santoso
6.Nicholas Hartanto
7.Ustman
8.Pascal

Sabtu, 9 April 2011 -
Di ajang yang mempertemukan para pendekar Basket, Voli, dan Futsal ini, Juara ke-3 Kejuaraan Voli berhasil disabet oleh Tim ChangCut. Dengan Kristanto Irawan Putra sebagai kapten tim dan Guntur sebagai jenderal lapangan, strategi pun diracik sedemikian hebat adanya.
Agus Putu Wilaksana yang menjadi ujung tombak serangan Tim ChangCut tidak menyia-nyiakan umpan-umpan matang yang ada untuk melancarkan Spike keras ke daerah pertahanan tim lawan. Delapan puluh persen dari poin yang dihasilkan oleh Tim ChangCut berasal dari kecemerlangan pemain yang satu ini.

Pemain yang berasal dari Bali ini masih berusia sangat muda, tepatnya 18 tahun, tetapi sudah mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa. Konon katanya, Agus mendapatkan kesaktiannya setelah dibina dan ditempa tatkala menjadi siswa SMA Taruna Nusantara Magelang.
Dengan ritme latihan yang berjalan berkesinambungan setiap hari Kamis dan Jumat di Halle AKK ini, para tetua Karlsruhe percaya, Karlsruhe akan lebih mampu berbicara lebih banyak di ajang Sportfest PPI di Jerman nanti.
Hidup, Agus dan kawan-kawan..!

http://www.facebook.com/video/video.php?v=2017180352466

Jumat, 11 Februari 2011

Anime-nya Indonesia

Anime-nya Indonesia
Teringat masa SD-ku. "One Piece? Apa bagus sih??" Itu adalah kata-kata yang telah kuucapkan ke seorang teman lesku pada waktu itu.

Waktu berputar, hingga aku beranjak dewasa, menempuh jenjang pendidikan SMA-ku di SMA Taruna Nusantara Magelang. Di situlah aku menemukan istilah "komik TN", buku bacaan yang beredar dari kamar ke kamar dalam satu graha, maupun lintas graha.
Ya, Fight IPPO, Naruto, dan One Piece adalah yang aku maksud. Komik-komik itu baru kukenal semenjak aku masuk TN. Komik Fight IPPO barangkali doyan dibaca oleh anak-anak TN gara-gara menyangkut soal sayap dan melatih otot. Sedangkan One Piece yang menceritakan kisah petualangan kelompok Bajak Laut Topi Jerami mencari harta karun terbesar di dunia, One Piece, mestinya tidak berhubungan dengan TN, selain warna biru lautan yang dominan dengan seragam pesiar, seragam kebesaran SMA TN.

Bicara tentang komik dan Anime, jangan lupa untuk menyebutkan kata Pokemon, Digimon, dan Doraemon. Bahkan kisah Kapten Tsubasa sampai melegenda di kalangan anak-anak di seluruh dunia.
Ada pesona tersendiri, yang membuat kita tak bisa berkutik, "kecanduan" untuk terus mengikuti serial Anime ini sampai akhir. Dan sedikit demi sedikit, tanpa sadar kita sedang belajar budaya Jepang. Sebut saja permainan catur Jepang Go dalam Anime Hikaru No Go, dunia ninja Shinobi dalam Anime Naruto, di mana istilah Hokage, Kyubi, dan Shuriken kita kenal dengan baik artinya.
Salut dengan negara Jepang atas ini.
Aku pun hanyut dalam rasa penasaran akan kelanjutan serial Naruto dan One Piece. =p
*Film serial ini dapat diunduh secara cuma-cuma di http://cinema3satu.blogspot.com/ (koq malah jadi promosi)

Kembali ke judul, apakah bangsa Indonesia perlu meniru bangsa Jepang, dengan membuat Anime seperti ini?
Sebuah Video di Youtube tentang Suro dan Boyo berikut ini patut untuk disimak
Aku suka dengan dialek Jawa Timurnya yang kental, mengingatkanku akan kenangan kelas XII-IA8 dan Graha 7 SMA Taruna Nusantara...

Akan tetapi, dari segi internasionalisme, aku lebih suka video berikut ini
http://www.youtube.com/watch?v=4IOqLV3rGWk&playnext=1&list=PL72D9DF2532CF10B5
Seperti halnya Anime Jepang, yang diucapkan dalam bahasa Jepang, ternyata subtitelnya telah dibuat ke dalam berbagai bahasa, antara lain bahasa Inggris, Spanyol, Jerman, dan Portugis, sehingga dapat dimengerti dengan baik oleh seluruh dunia, bahkan sampai di-dubbing dengan bahasa negara yang bersangkutan.
Aku merasa unsur kebudayaan Indonesia akan bisa tersampaikan dengan baik oleh Anime-anime semacam ini.
Indonesia tidak hanya meniru, tetapi telah mengembangkannya, sehingga unsur kebudayaan dan pariwisata Indonesia ikut ditonjolkan melalui Anime ini.

Hidup Suro Boyo..! Salut buat Indonesia..!!!
*Mana Asem Arang dan Salah Tiga?=p