Hai, siswa SMA di manapun berada. Terutama kelas XII. Bingung mau lanjut studi ke mana? Masuk UI, ITB, UGM, atau PTN lainnya? Atau mau PTS? Atau malah mau ke Akademi TNI/POLRI?
Pada hari Minggu, 16 Januari 2011, bertempat di SMA Taruna Nusantara, Jalan Purworejo km.5 Magelang, akan diselenggarakan Studium Generale (SG 2011), ajang pameran dan info pendidikan perguruan tinggi di Indonesia maupun di luar negeri.
Info lebih lanjut, datang ke
facebook.com/studiumgenerale2011
atau follow @sg_2011 di twitter..!
"Waktu 1 detik yang barusan lewat itu aja udah jadi masa lalu lho. Kita hidup untuk masa sekarang, yuk yuk kita perjuangkan!" - KIP -
Kamis, 02 Desember 2010
Minggu, 21 November 2010
Pengumuman AIM (=Akademi Imigrasi)
AIM (=Akademi Imigrasi) udah pengumuman!
Berikut ini rekan alumni TN18 yang dapet AIM,
1. Bhimsa Sanlito
2. Bongbong Prakoso
3. M. Luqman Fadillah
Selamat!! Banggakanlah almamater tercinta, khususnya Atmosphere, TN18!!!
Berikut ini rekan alumni TN18 yang dapet AIM,
1. Bhimsa Sanlito
2. Bongbong Prakoso
3. M. Luqman Fadillah
Selamat!! Banggakanlah almamater tercinta, khususnya Atmosphere, TN18!!!
Kamis, 04 November 2010
HEILIGE MESSE – Perayaan Ekaristi
HEILIGE MESSE – Perayaan Ekaristi
P : Im Namen des Vaters, und des Sohnes, und des Heiligen Geistes
A : Amen
P : Der Herr sei mit euch/ Die Gnade unseres Hern Jesus Christus, die Liebe Gottes, des Vaters und die Gemeinschaft des Heiligen Geistes sei mit euch
A : und mit Deinem Geiste
P : Herr, erbarme dich
A : Herr, erbarme dich
P : Christus, erbarme dich
A : Christus, erbarme dich
L : Wort des lebendigen Gottes
A : Dank sei Gott
P : Aus dem heiligen Evangelium nach ...
A : Ehre sei dir, o Herr
P : Evangelium unseres Herrn Jesus Christus
A : Lob sei dir, Christus
Ich glaube an Gott, den Vater, den Allmächtigen, den Schöpfer des Himmels und der Erde,
Und an Jesus Christus, seinen eingeborenen Sohn, unsern Herrn,
Empfangen durch den Heiligen Geist, geboren von der Jungfrau Maria,
Gelitten unter Pontius Pilatus, gekreuzigt, gestorben, und begraben,
Hinabgestiegen in das Reich des Todes, am dritten Tage auferstanden von den Toten,
Aufgefahren in den Himmel, er sitzt zur Rechten Gottes, des allmächtigen Vaters,
von dort wird er kommen, zu richten die Lebenden und die Toten
Ich glaube an den Heiligen Geist, die heilige katholische Kirche,
Gemeinschaft der Heiligen, Vergebung der Sünden,
Auferstehung der Toten, und das ewige Leben. Amen.
A : Wir bitten dich, erhöre uns
P : Erhebet die Herzen
A : Wir haben sie beim Herrn
P : Lasset uns danken dem Herrn, unserm Gott
A : Das ist würdig und recht
NEHMET UND ESSET ALLE DAVON: DAS IST MEIN LEIB, DER FÜR EUCH HINGEGEBEN WIRD
NEHMET UND TRINKET ALLE DARAUS: DAS IST DER KELCH DES NEUEN UND EWIGEN BUNDES, MEIN BLUT, DAS FÜR EUCH UND FÜR ALLE VERGOSSEN WIRD ZUR VERGEBUNG DER SÜNDEN. TUT DIES ZU MEINEM GEDÄCHTNIS
P : Geheimnis des Glaubens
A : Deinen Tod, o Herr, verkünden wir, und deine Auferstehung preisen wir, bis du kommst in Herrlichkeit
P : Durch ihn und mit ihm und in ihm ist dir, Gott, allmächtiger Vater, in der Einheit des Heiligen Geistes alle Herrlichkeit und Ehre jetzt und in Ewigkeit
A : Amen
Vater unser im Himmel,
Geheiligt werde dein Name
Dein Reich komme
Dein Wille geschehe, wie im Himmel, so auf Erden
Unser tägliches Brot gibt uns heute
Und vergib uns unsere Schuld,
Wie auch wir vergeben unsern Schuldigern
Und führe uns nicht in Versuchung,
Sondern erlöse uns von dem Bösen
Denn dein ist das Reich und die Kraft und die Herrlichkeit in Ewigkeit. Amen.
P : Der Friede des Herrn sei alle zeit mit euch
A : Und mit deinem Geiste
A : Friede sein
P : Seht das Lamm Gottes, das hinwegnimmt die Sünde der Welt
A : Herr, ich bin nicht würdig, daß du eingehst unter mein Dach, aber sprich nur ein Wort, so wird meine Seele gesund
P : Der Leib Christi/ Das Blut Christi
A : Amen
P : Es segne euch der allmächtige Gott, der Vater und der Sohn und der Heilige Geist
A : Amen
P : Gehet hin in Frieden
A : Dank sei Gott dem Herrn
Senin, 01 November 2010
Kereta di Jerman
Kereta di Jerman
Secara umum (di seluruh Bundesland (=Provinsi)), kereta di Jerman dibagi tiga
1. ICE (Inter-City-Express)
Kecepatan sangat tinggi, bisa mencapai 300 km/jam. Minimnya guncangan membuat orang berkata, “Serasa naik pesawat”. Cepat sampai, karena hanya berhenti di Hauptbahnhof (Stasiun utama) Kota besar. Harga cukup mahal, tapi kalau memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya (1 minggu misalnya), bisa dapat harga hemat.
2. IC/EC (Inter-/Euro-City)
Kecepatan cukup tinggi. Cepat sampai, karena hanya berhenti di Hauptbahnhof (Stasiun utama) Kota. Harga lebih hemat daripada harga ICE. Sama seperti ICE, kalau memesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya (1 minggu misalnya), bisa dapat harga hemat.
3. IRE/RE/RB/S-Bahn (Nahverkehr/ Kereta Jarak Dekat/ Kereta Regional)
Kecepatan sedikit lebih rendah. Cukup lambat sampai, karena berhenti hampir di setiap stasiun (tapi cuman sebentar koq, cuman sekitar 15 detik). Harga günstig (murah meriah). Malahan ada tawaran menarik, namanya Laender-Ticket dan Schoenes-Wochenende-Ticket.
a. Länder-Ticket
Dijual setiap hari. Satu tiket bisa dipakai oleh max. 5 orang, di semua kendaraan umum jarak dekat (IRE/RE/RB/S-Bahn/Bus) di satu Bundesland (=Provinsi) dari pukul 9 pagi sampai pukul 3 pagi (hari berikutnya). Harga untuk masing-masing Bundesland berbeda, sekitar 28-31 Euro.
b. Schönes-Wochenende-Ticket
Berlaku pada hari Sabtu atau Minggu saja. Satu tiket bisa dipakai oleh max. 5 orang, di semua kendaraan umum jarak dekat (IRE/RE/RB/S-Bahn) di seluruh penjuru Jerman dari pukul 00.00 sampai pukul 3 pagi (hari berikutnya). Harga 37 Euro.
Berbeda dengan Indonesia, Jerman memprioritaskan sektor transportasinya pada kereta (untuk jarak jauh) serta pengendara sepeda dan pejalan kaki (untuk jarak dekat)
1. Kereta di Jerman selalu ramai penumpang (terutama hari Sabtu dan Minggu, mungkin karena ada Schoenes-Wochenende-Ticket). Tempat penumpang di dalam kereta didesain untuk segala usia (dari bayi sampai lansia), sehat maupun (maaf) cacat, atau yang membawa barang sekalipun (koper, anjing, sepeda). Ada bagian di mana tempat duduk bisa dilipat untuk tempat menaruh kereta bayi, sepeda, maupun kursi roda, dan tempat duduk yang diprioritaskan bagi para lansia (biasanya dekat pintu keluar), serta semacam bagasi di kabin pesawat udara untuk tempat menaruh barang (koper, tas). Kereta juga bisa kita ketahui berapa menit lagi akan tiba dan jam berapa akan sampai di tempat tujuan. Antara jadwal dan realita, jarang meleset
2. Di Stasiun kereta banyak diparkir mobil dan sepeda. Bukan mobil penjemput, melainkan mobil yang sengaja diparkir karena pengendara dan penumpangnya naik kereta untuk bepergian jarak jauh
3. Jarang sekali terlihat sepeda motor di sepanjang jalan, orang cenderung menggunakan sepeda ontel (mungkin karena bensin 1 L = 1,2 Euro atau naik sepeda bisa sambil berolahraga dan bisa lebih ramah lingkungan)
4. Di jalan raya disediakan jalur khusus untuk pengendara sepeda
5. Jembatan penyeberangan di Jerman hampir tidak ada, karena di setiap lampu merah selalu ada lampu merah tersendiri bagi para pejalan kaki maupun pengendara sepeda yang ingin menyeberang
6. Apabila menyeberang di persimpangan jalan yang tidak ada lampu merahnya sekalipun (jalan kecil/ gang), pengendara mobil mempunyai budaya untuk selalu mempersilakan pejalan kaki atau pengendara sepeda untuk menyeberang terlebih dahulu
Misalnya, bepergian dari Frankfurt am Main Flughafen (=Bandara) ke Aachen. Kisaran harga kereta: Naik ICE harga hemat, bisa dapat harga 29 Euro (dari harga normal 76 Euro). “Frankfurt(M)Flugh. Gleis 7, Koeln Hbf Gleis 5, Koeln Hbf Gleis 8, Aachen Hbf Gleis 6”. Teknisnya
a. Mendarat di Frankfurt, pergi ke terminal 1. Khusus di Frankfurt(Main), stasiun kereta dibedakan menjadi dua, Fernbahnhof (=long-distance train) dan Regionalbahnhof. Karena kita mau ke Aachen (beda Bundesland), pergilah kita ke Fernbahnhof. Petunjuk arahnya jelas koq, ada gambarnya pula, jadi tenang aja. Tenteng barang bawaan sendiri, jangan pakai kereta dorong (=trolley), karena membawa trolley akan mempersulit mobilitas kita
b. Beli tiket kereta itu bisa di dua tempat, Automat (mesin otomatis) atau di DB-Reise-Zentrum (=loket tiket kereta, penjualnya manusia). Beli di Automat bisa menghemat uang 2 Euro daripada di DB-Reise-Zentrum.
c. Setelah beli tiket, ada 3 informasi yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah di Gleis (=rel) nomor berapa, yang kedua adalah nama dan nomor keretanya, dan yang terakhir adalah kapan waktu keberangkatannya. Rel nomor 7, berarti cari petunjuk arah bertuliskan angka 7, dan pergilah ke sana. Sampai di sana, temukan layar digital bertuliskan rel nomor berapa, kereta apa, dan kapan waktu keberangkatannya.
d. Jangan panik. Mungkin tujuan kereta yang akan kita naiki (yang tertera di Reiseplan-kita (=rencana perjalanan)) itu tidak tertera di layar. Contoh, di Reiseplan kita temukan “Frankfurt(M)Flugh. Gleis 7, Koeln Hbf Gleis 5, Koeln Hbf Gleis 8, Aachen Hbf Gleis 6”. Sedangkan yang tertera adalah Hamburg Altona (sebagai tujuan akhir kereta yang akan kita naiki itu). Yang penting nama, nomor kereta, dan waktu keberangkatannya cocok.
e. Kereta berjalan ke Mainz, Koblenz, Bonn, dan akhirnya sampai di Koeln. Sesuai Reiseplan, kita mesti turun buat umsteigen (=oper/ pindah kereta), karena kereta ini tidak menuju ke Aachen. Umsteigen cuman 10 menit, gimana nih? Tenang aja, di Koeln dan stasiun lainnya, Fernbahnhof dan Regionalbahnhof tidak berpisah stasiun, alias jadi satu. Sampai di sana, turun dari kereta (pasti di rel nomor 5), lalu cari tangga/ eskalator buat turun ke lantai dasar. Ikuti petunjuk arah bertuliskan angka 8, karena selanjutnya kita mesti ke rel nomor 8. Naik eskalator lagi dan sampailah ke rel nomor 8. Tunggu kereta datang dan masuklah. Selesai! Sampai di Aachen Hbf, kita akan tiba di rel nomor 6. Cari petunjuk arah Ausgang (=pintu keluar), dan selamat datang di Aachen, kota tempat Pak B.J. Habibie disanjung dan dipuja!
Rabu, 08 September 2010
Terbang ke Jerman
Ich bin nach Deutschland geflogen.
Perjalanan yang memakan waktu sekitar 18 jam ini kutempuh dengan maskapai Qatar Airways. Puji Tuhan, harga tiketnya waktu itu bisa dapat murah, 598 USD aja (kurs 1 USD=Rp 9.075,00).
Maskapai yang bisa membawa kita ke Jerman dari Indonesia tu ada beberapa, di antaranya Fly Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Lufthansa.
Fly Emirates, harga tiketnya konstan di 857 USD, dengan bagasi 30kg dan handcarry 7 kg, transit di Dubai, dan tiba di Frankfurt International Airport di terminal 2E.
Qatar Airways, harga tiketnya bervariasi, kalau pas bejo bisa dapat harga murah 598 USD itu (dulu sih setiap Selasa). Bagasi 20 kg, handcarry 7 kg, transit di Doha, tiba di FRA di terminal 1B. Ini yang aku pakai kemarin, kalau udah di terminal 1 FRA, enak. Tinggal jalan dikit udah nyampai stasiun kereta. Dan siap melanjutkan perjalanan.
Etihad Airways, harga tiketnya bervariasi juga, harga di tengah2 Emirates dan Qatar Airways. Bagasi 23 kg, handcarry 7 kg, transit di Abu Dhabi, tiba di FRA terminal 2E. Kalau di terminal 2 ini, buat ke stasiun kereta, kita mesti naik Sky-Train dulu, pindah ke terminal 1.
Lufthansa, ni maskapai punya Jerman. Harga di atas ketiga maskapai di atas dan transit di Singapura. Maskapai ini nggak aku saranin ya, soalnya waktu transit yang paling pas menurutku ya di Dubai, Doha, atau Abu Dhabi itu (7 jam perjalanan dari Indonesia). Kalau transit di Singapura, kurang lebih 14 jam perjalanan Singapura-Frankfurt tu pol melelahkan!
Satu hal yang jelas, maskapai-maskapai ini anti molor alias selalu tepat waktu. Jadi kalau dikasih waktu transit 2-3 jam ntar, tenang aja, pasti bakalan sempet koq.
Aku cerita dikit tentang pengalamanku nih ya. Begitu aku masuk ke pesawatnya, aku terkejut. Kursinya AB DEFG JK. Kayak gitu ada 40an baris ke belakang. Brarti muat 300an orang ya.
Terus, waktu mau duduk nih, aku kaget. Udah ada seperangkat alat cuma2 yang dikasih. Pertamane aku ndeso, bingung, ini apa. Ternyata setelah taQ identifikasi, mereka adalah bantal, selimut, penutup mata, odol dan sikat gigi.
Waktu itu aku dapet seat 22J. Sebentar duduk, datanglah teman sebelahku, seat 22K. Cewek Asia, mungkin dari China/Taiwan. Bahasa Inggrisnya mantep banget. Pertama kali aku minder!
Sepanjang perjalanan, aku ditemani masakan2 yang lezat dan TV pribadi. Sekali terbang (7 jam) itu, kita bakal dikasih 2 kali masakan. Enak pol deh, dijamin. Mau lidah Asia, lidah Eropa, yang jelas tu masakan bisa enak banget,.Canggih banget nih pesawat (mungkin aku yang ndeso ya..). TVnya menyimpan puluhan film yang udah pernah diputer di bioskop kayak RobinHood gitulah. Remotenya bisa ditarik ke seat, sehingga dengan nyamannya kita nonton kayak di rumah.
Disediain juga headset gratis ternyata. Nah, sayangnya aku baru tahu kalau ada fasilitas kayak gini nih waktu udah 2 jam terbang, sambil lihat kiri lihat kanan. Pertama kali aku bingung, "Ni orang pinter ya, bawa headset waktu di pesawat..." Eh, tahunya itu emang disediain pesawat!haha (katrok mode on)
Satu hal lagi yang bikin aku bangga, Qatar ini menyimpan lagu dari Samsons! Dengan penuh haru aku dengarkan tembang2 dari Samsons, sperti Seandainya, Kisah Tak Sempurna, dkk.
Begitu badan terasa pegel, untunglah pas dengan waktu pesawat mendarat di Doha. Pesawatku yang kedua nggak sebagus yang pertama, tapi nggak papa-lah. Yang jelas aku nggak se-ndeso yang pertama.. haha Begitu boarding, langsung aku setel lagi lagu2 dari Samsons, lagu yang membuat aku bangga bertanah air Indonesia...
Nah, gitu dulu tips dari aku.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat..
Perjalanan yang memakan waktu sekitar 18 jam ini kutempuh dengan maskapai Qatar Airways. Puji Tuhan, harga tiketnya waktu itu bisa dapat murah, 598 USD aja (kurs 1 USD=Rp 9.075,00).
Maskapai yang bisa membawa kita ke Jerman dari Indonesia tu ada beberapa, di antaranya Fly Emirates, Etihad Airways, Qatar Airways, dan Lufthansa.
Fly Emirates, harga tiketnya konstan di 857 USD, dengan bagasi 30kg dan handcarry 7 kg, transit di Dubai, dan tiba di Frankfurt International Airport di terminal 2E.
Qatar Airways, harga tiketnya bervariasi, kalau pas bejo bisa dapat harga murah 598 USD itu (dulu sih setiap Selasa). Bagasi 20 kg, handcarry 7 kg, transit di Doha, tiba di FRA di terminal 1B. Ini yang aku pakai kemarin, kalau udah di terminal 1 FRA, enak. Tinggal jalan dikit udah nyampai stasiun kereta. Dan siap melanjutkan perjalanan.
Etihad Airways, harga tiketnya bervariasi juga, harga di tengah2 Emirates dan Qatar Airways. Bagasi 23 kg, handcarry 7 kg, transit di Abu Dhabi, tiba di FRA terminal 2E. Kalau di terminal 2 ini, buat ke stasiun kereta, kita mesti naik Sky-Train dulu, pindah ke terminal 1.
Lufthansa, ni maskapai punya Jerman. Harga di atas ketiga maskapai di atas dan transit di Singapura. Maskapai ini nggak aku saranin ya, soalnya waktu transit yang paling pas menurutku ya di Dubai, Doha, atau Abu Dhabi itu (7 jam perjalanan dari Indonesia). Kalau transit di Singapura, kurang lebih 14 jam perjalanan Singapura-Frankfurt tu pol melelahkan!
Satu hal yang jelas, maskapai-maskapai ini anti molor alias selalu tepat waktu. Jadi kalau dikasih waktu transit 2-3 jam ntar, tenang aja, pasti bakalan sempet koq.
Aku cerita dikit tentang pengalamanku nih ya. Begitu aku masuk ke pesawatnya, aku terkejut. Kursinya AB DEFG JK. Kayak gitu ada 40an baris ke belakang. Brarti muat 300an orang ya.
Terus, waktu mau duduk nih, aku kaget. Udah ada seperangkat alat cuma2 yang dikasih. Pertamane aku ndeso, bingung, ini apa. Ternyata setelah taQ identifikasi, mereka adalah bantal, selimut, penutup mata, odol dan sikat gigi.
Waktu itu aku dapet seat 22J. Sebentar duduk, datanglah teman sebelahku, seat 22K. Cewek Asia, mungkin dari China/Taiwan. Bahasa Inggrisnya mantep banget. Pertama kali aku minder!
Sepanjang perjalanan, aku ditemani masakan2 yang lezat dan TV pribadi. Sekali terbang (7 jam) itu, kita bakal dikasih 2 kali masakan. Enak pol deh, dijamin. Mau lidah Asia, lidah Eropa, yang jelas tu masakan bisa enak banget,.Canggih banget nih pesawat (mungkin aku yang ndeso ya..). TVnya menyimpan puluhan film yang udah pernah diputer di bioskop kayak RobinHood gitulah. Remotenya bisa ditarik ke seat, sehingga dengan nyamannya kita nonton kayak di rumah.
Disediain juga headset gratis ternyata. Nah, sayangnya aku baru tahu kalau ada fasilitas kayak gini nih waktu udah 2 jam terbang, sambil lihat kiri lihat kanan. Pertama kali aku bingung, "Ni orang pinter ya, bawa headset waktu di pesawat..." Eh, tahunya itu emang disediain pesawat!haha (katrok mode on)
Satu hal lagi yang bikin aku bangga, Qatar ini menyimpan lagu dari Samsons! Dengan penuh haru aku dengarkan tembang2 dari Samsons, sperti Seandainya, Kisah Tak Sempurna, dkk.
Begitu badan terasa pegel, untunglah pas dengan waktu pesawat mendarat di Doha. Pesawatku yang kedua nggak sebagus yang pertama, tapi nggak papa-lah. Yang jelas aku nggak se-ndeso yang pertama.. haha Begitu boarding, langsung aku setel lagi lagu2 dari Samsons, lagu yang membuat aku bangga bertanah air Indonesia...
Nah, gitu dulu tips dari aku.
Mudah-mudahan bisa bermanfaat..
Langganan:
Komentar (Atom)