Laman

Selasa, 22 Oktober 2019

MTi Salatiga Gelar Festival Transportasi Srawung Bareng Peduli Transportasi 2019



BisnisNews.id -- Komunitas Masyarakat Transportasi Salatiga (MTi – Salatiga) menggelar festival transportasi “Srawung Bareng Peduli Transportasi Salatiga” Sabtu, (19/10/2019).  Acara ini dimaksudkan untuk membangun budaya transpotasi yang baik, nyaman dan selamat di tengah kondisi lalu lintas Kota Salatiga yang makin ramai. Ditambah lagi dengan makin tingginya animo pelajar ke sekolah  naik sepeda motor sementara angkutan umum makin kurang populer khususnya di kalangan pelajar.

...

Artikel selengkapnya: http://bisnisnews.id/detail/berita/mti-salatiga--gelar-festival-transportasi-srawung-bareng-peduli-transportasi-2019

Jumat, 11 Oktober 2019

DAS Daerah Aliran Sungai di Salatiga yang bermuara di Danau Rawa Pening

Bersama Komunitas TUK dan LP3 Global Green Indonesia, saya mempelajari lebih dalam mengenai DAS, yang merupakan singkatan dari Daerah Aliran Sungai.

Sejauh yang saya tangkap, Danau Rawa Pening sebenarnya merupakan bagian dari DAS Tuntang, di mana danau tersebut dianggap sebagai hulu sungainya. Jadi, bicara soal DAS, Danau Rawa Pening itu bukan DAS, melainkan hanya Sub-DAS.

Sebenarnya ada 16 anak sungai yang bermuara di danau ini. Hanya saja, karena beberapa anak sungai sudah bertemu sebelum sampai ke Danau Rawa Pening, disebutkan bahwa aliran sungai yang masuk ke Rawa Pening hanya berasal dari 9 sungai.

Adapun kesembilan sungai tersebut sebagian besar terletak di Kabupaten Semarang dan sebagian kecilnya di Kota Salatiga. Benar, aliran sungai yang di Kota Salatiga asalnya adalah dari The Mighty Mount Merbabu alias Gunung Merbabu yang menjadi salah satu ikon Kota Salatiga ini.

Jadi, berikut ini adalah Kelurahan/ Kecamatan di Salatiga yang dilalui oleh aliran sungai yang akhirnya akan bermuara di Danau Rawa Pening
1. Kecamatan Argomulyo (Kelurahan Randuacir, Kumpulrejo, dan Tegalrejo)
2. Kecamatan Sidomukti (Kelurahan Mangunsari, Dukuh, dan Kecandran)
3. Kecamatan Sidorejo (Kelurahan Pulutan, Salatiga, Bugel, Sidorejo Lor, dan Blotongan)



So, total ada berapa kelurahan di Salatiga yang punya andil terhadap kelestarian air di Rawa Pening?
Jawabnya ada 11 kelurahan, yang terletak di 3 kecamatan di Kota Salatiga.

Siap beraksi untuk hijau bumiku dan lestari alamku di Salatiga Raya, khususnya di 11 kelurahan ini?
Yuk ikuti Festival Rawa Pening #2 yang diadakan bersamaan dengan Kongres Sampah Nasional di Kesongo, Tuntang, Kab. Semarang pada tanggal 12 - 13 Oktober 2019 ini.


Salatiga, 10 Oktober 2019


Kristanto Irawan Putra
Aktivis Lingkungan Hidup

Kamis, 10 Oktober 2019

Kreasi Daur Ulang Ijo Lumut Hadir di Salatiga How Art You III

..
Masih bertempat di Rumah Dinas Walikota Salatiga, berbagai lokakarya telah dimulai sejak pukul 14.00. SAPU dengan upcycle ban bekasnya, Ijo Lumut dengan recycle Limbah Plastiknya, dan pantomime oleh Candra Harjanto. Tak lupa yang paling ramai dengan anak-anak yaitu membuat mural bersama Kak Wone. Kemudian, sesi pertunjukan sore dimulai oleh Jungle Perkusi dan dilanjutkan dengan penampilan band S.O.B.
..

Artikel ini merupakan kutipan dari
http://sounds-saga.blogspot.com/2019/10/shay-iii-hari-kedua-senja-damai-menjadi.html

Kamis, 12 September 2019

Press Release Festival Pendidikan Aman Berlalu Lintas di CFD Simpang Lima Semarang, 8 September 2019

Semarang, 9 September 2019
        Mobilitas yang tinggi adalah sebuah gaya hidup yang khas bagi masyakakat perkotaan, di mana keselamatan diri sendiri dalam setiap pergerakan di jalan menjadi sebuah prioritas. Oleh karena itu, IntraChange (Indonesia Transport Change) bersama beberapa mitra dari unsur universitas, komunitas, dan instansi pemerintahan menyelenggarakan sebuah aksi kolaborasi “Festival Pendidikan Aman Berlalu Lintas” yang bertempat di Area CFD Simpang Lima Semarang, 8 September 2019. 
            
        Festival yang waktu persiapannya relatif singkat hanya 1 bulan ini ternyata mampu melibatkan lebih dari 300 orang yang terbagi dalam 4 kelompok keramaian: karnaval, pos tebak gambar/ slogan, pos aman berkendara roda 2, dan pos tata perilaku di kendaraan umum. Kegiatan karnaval membuka perhelatan festival ini dengan meriah: Kompi 1 dari Masyarakat Transportasi Salatiga dengan Bus ESTO - nya, 2) Gabungan Panitia Festival, Satlantas, dan Dishub dengan Zeta - nya, 3) Mahasiswa UNIKA Soegijapranata, 4) PMI dengan seragam merah dan helm safety nya, 5) Mahasiswa UNDIP dengan seragam birunya, dan 6) SMK Muhammadiyah 3 Weleri yang merupakan sekolah binaan Astra Motor. Masyarakat Kota Semarang yang datang ke CFD kali ini merasa sangat terhibur dan terlihat begitu antusias untuk mengambil foto dan video mengabadikan penampilan karnaval masing-masing kompi ini.

            Usai karnaval, acara festival dilanjutkan dengan edukasi di pos-pos yang dinamakan pos edutainment (perpaduan dari kata “education” dan “entertainment”). Di Pos 1, para mahasiswa UNDIP dari jurusan Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota, dan Kesehatan Masyarakat bagian K3 memberikan kuis tebak gambar bertemakan slogan-slogan keselamatan berlalu lintas. Pos yang berlokasi di Simpang Lima antara Jalan A. Yani dan Jalan Erlangga ini tampak begitu ramai karena MC-nya sangat interaktif dengan peserta.

            Di Pos 2 yang berlokasi di dekat SMK Negeri 7, tak mau kalah para mahasiswa USM dari jurusan Teknik Sipil memberikan edukasi kreatif seputar “Aman Berkendara Roda 2” menggunakan gambar-gambar dan motor terbaru ADV 150 sebagai alat peraga. Tak lupa, mereka pun membagikan susu secara gratis kepada peserta yang dinilainya telah patuh aturan dalam berkendara roda 2.

            Pos 3? Pos 3 mengambil tempat persis di dalam Halte BRT Simpang Lima. Pos yang dikelola oleh Komunitas Peduli Transportasi Semarang (KPTS) ini menghadirkan Bus Trans Semarang ukuran sedang berwarna biru untuk dijadikan alat peraga. Para peserta diberi kesempatan untuk naik ke dalam bus, memberikan edukasi tempat penumpang pria dan wanita, dan pengarahan akan tata perilaku yang baik di dalam bus sekaligus ajakan untuk naik angkutan umum.

            Di penghujung acara, seluruh unsur yang terlibat dalam festival ini kembali berkumpul di depan tulisan Simpang Lima untuk mengikuti acara penutup yang dimulai dengan sambutan-sambutan. Mewakili pihak swasta, Pak Burhan dari Astra Motor memberikan apresiasi terhadap terselenggaranya acara ini. Beliau menyampaikan bahwa aspek keselamatan dalam berkendara harus dijadikan prioritas, tidak hanya aspek cepat sampai tujuan. Sambutan dari Pak Bagus Hario dari UNDIP menambahkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat positif bagi generasi muda. Pengamat transportasi Bu Theresia Tarigan menutup sambutan-sambutan ini dengan ajakan agar Warga Kota Semarang mau menggunakan angkutan umum untuk mengurangi kemacetan.

            Nah, akhirnya tibalah saat-saat yang ditunggu-tunggu oleh para peserta: Pengumuman Lomba Karnaval dan Pos Terbaik. Juara III Kompi Karnaval diraih oleh adik-adik siswa dari SMK Muhammadiyah 3 Weleri, juara II oleh teman-teman dari PMI Kota Semarang, dan juara I berhasil diraih oleh para mahasiwa UNDIP! Hasil ini sebenarnya sudah bisa ditebak melihat kesiapan dan totalitas hingga kompi ini dapat teampil begitu semarak dalam menyuarakan kampanyenya terkait keamanan berlalu lintas. Sementara itu, penghargaan pos terbaik jatuh pada teman-teman dari KPTS. Sebelum kembali ke rumah masing-masing, para peserta berfoto bersama dan menyerukan seruan “Semarang Aman Berlalu Lintas, Bisa Bisa Bisa!” yang diabadikan dalam video. Karnaval pamungkas pun menutup secara resmi Festival Pendidikan Aman Berlalu Lintas kali ini.

Salam Transportasi! Sampai jumpa lagi!!

#SemarangAmanBerlaluLintas
#FestivalPendidikanAmanBerlaluLintas
#CFDSimpangLimaSemarang

Minggu, 25 Agustus 2019

Seminar Jalan Menuju Jerman: Der Weg nach Deutschland

Hari Rabu tanggal 24 Juli 2019 yang lalu sebanyak 19 orang perwakilan siswa Secondary Sekolah Madania menghadiri seminar yang diselenggarakan oleh Goethe Institut dan PASCH. Tak seperti seminar yang biasa dihadiri, ada sesuatu yang istimewa dari seminar kali ini. Ternyata salah satu pembicaranya merupakan Alumni Siswa Sekolah Madania. Siapakah ia?

Ia adalah Fajar Falah Supono, penerima Beasiswa Studienkolleg Indonesia, sekaligus Alumni Siswa Sekolah Madania Tahun 2019 yang menjadi salah satu pembicara Seminar Jalan Menuju Jerman. Acara yang bertempat di Goethe-Haus, Goethe-Institut Jakarta ini mengundangnya sebagai narasumber bersanding dengan dua pembicara lainnya yaitu Kristanto Irawan Putra sebagai alumni PASCH yang sudah menempuh pendidikan di Univeristas Heidelberg Jerman, dan Alwien Parahita sebagai perwakilan dari KBRI di Berlin.

Goethe-Institut merupakan salah satu institusi yang mendapatkan kepercayaan dari Kementerian Luar Negeri Jerman untuk melaksanakan program “Schulen: Partner der Zukunft (PASCH)” atau yang dikenal di Indonesia sebagai “Proyek Sekolah: Mitra Menuju Masa Depan” sejak tahun 2008. Semenjak 11 tahun kebelakang, program ini juga berhasil meningkatkan minat pembelajaran bahasa Jerman terutama pada siswa-siswi di 29 Sekolah Mitra seluruh Indonesia yang tergabung di dalamnya, salah satunya Sekolah Madania. Seiring dengan tingginya antusias siswa-siswi untuk melanjutkan kuliah di Jerman, maka dibuatlah Seminar Jalan Menuju Jerman ini.