Laman

Sabtu, 11 September 2021

Gerakan Eco Enzyme Salatiga 3.333 liter

 Salatiga punya dong Gerakan Eco Enzyme..!


Di postingan kali ini saya mencoba Sejarah Masuknya & Penyebaran Ilmu Eco Enzyme di Salatiga


Agustus, 2020 -- Diperkenalkan oleh Kak Yessica dari Bank Sampah Gelima Tegalrejo

Oktober 3, 2020 -- Belajar Eco Enzyme bersama Kak Yessica di Basecamp Gestimba Karangalit

Oktober 15, 2020 -- Sesi Pembelajaran Eco Enzyme untuk Anak Sekolah, melalui Online Classroom Hopekids x Ijo Lumut

November 15, 2020 -- Launching Instagram Eco Enzyme Nusantara (EEN) Kota Salatiga

Maret 2, 2021 -- Pelatihan Eco Enzyme, diinisiasi oleh Bank Sampah Kecamatan Tingkir Salatiga

Maret 18, 2021 -- Kelas Online dari WhatsApp Group I oleh EEN Kota Salatiga

Maret 22, 2021 -- Launching Gerakan Eco Enzyme di Instagram Ijo Lumut Salatiga

Juni 5, 2021 -- Launching Bank Eco Enzyme Nusantara di Kota Salatiga

Juni 19, 2021 -- Penyemprotan Desinfektan dari Eco Enzyme di SMA Kristen 1 Salatiga

September 4, 2021 -- Workshop Eco Enzyme di Gereja Paulus Miki Salatiga dalam rangka #SeasonOfCreation


hingga akhirnya kami akan siramkan Eco Enzyme yang sudah terkumpul saat ini di Sungai Kauman Kidul..

September 19, 2021 -- Penyiraman Eco Enzyme ke Sungai untuk Memulihkan Ekosistem, dalam rangka World Clean-up Day WCD Salatiga 2021


Ada kegiatan yang terlewat? Ada yang mau menambahkan??

Salam Eco Enzyme, mari jaga Bumi dengan cara yang sederhana, dimulai dengan mengolah sampah kita menjadi cairan pembersih ajaib ini..!

Rabu, 21 Oktober 2020

Pameran Tanaman Sayur di SPP Qaryah Thayyibah Salatiga

PRESS RELEASE

“Pameran Tanaman Sayur” di SPP Qaryah Thayyibah Kalibening, Salatiga

Sabtu, 17 Oktober 2020

Bertempat di Kantor Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Kalibening, 5 (lima) komunitas berkumpul berjejaring sambil memamerkan tanaman-tanaman sayur mereka. Adapun kelima komunitas berikut komoditas yang dibawanya adalah sebagai berikut

1. SPPQT dengan rak tanaman dari bambu

2. Rumah Bibit dengan benih dan bibit sayurnya

3. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Salatiga dengan tanaman-tanaman sayurnya

4. Yayasan Sion Salatiga dengan tanaman sayurnya

5. Gerakan Stop Timbun Barang (Gestimba) dengan bibit, waluh, dan Kopi Muncar nya

Kegiatan Pameran Tanaman Sayur ini diadakan pada tanggal 17 Oktober 2020, dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia sehari sebelumnya.


                Kegiatan pameran tatap muka ini diadakan secara terbatas, baik panitia maupun pesertanya hanya berasal dari 5 komunitas. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang terbuka dengan protokol kesehatan ini sejatinya sudah dimulai pada hari Jumat. Tim panitia mengangkut tanaman-tanaman sayur dari peserta, khususnya dari ibu-ibu yang tergabung dalam Balai Perempuan (BP) KPI. Ada 4 BP yang berpartisipasi dalam pameran kali ini, yaitu BP Noborejo, BP Sidorejo Kidul, BP Kutowinangun Lor, dan BP Mangunsari...

(bersambung)

Kamis, 17 September 2020

Aktivitas Online Classroom Hopekids Ijo Lumut Masuk ke kiddo.id

Yuhuuu, setelah jalan 8 sesi akhirnya kelas online art & craft kami bisa masuk ke kiddo.id https://kiddo.id/product/hopekidsijolumut-online-classroom-art-craft/


Kami bahagia bisa dipercaya melayani anak-anak dan bisa menjangkau daerah yang lebih luas lagi..

Salam kreasi..!

Kamis, 26 Maret 2020

Sabtu Ini, #DirumahAja Kita Earth (& Humanity) Hour yuk!

Siapa pernah main Harvest Moon di PS 1 (PlayStation 1)?
Ya, tagline di Game Harvest Moon itu adalah "Back to Nature" alias Kembali ke Alam..

Akhir-akhir ini terdapat banyak sekali pemberitaan mengenai Virus Corona di seluruh dunia. Menariknya, juga mencuat postingan dari beberapa teman saya mengenai fenomena berkurangnya polusi udara di Planet Bumi secara signifikan. Seakan-akan kita semua diingatkan melalui Virus Corona ini untuk peduli lingkungan dan kembali ke alam lagi. Akan tetapi, benarkah polusi udara di dunia berkurang karena Gerakan Social Distancing #DirumahAja maupun kebijakan Lockdown di beberapa negara di dunia?

Bicara soal media berita lingkungan hidup, saya merekomendasikan media yang satu ini:


Seperti kita ketahui bersama, selain CO2 (Karbondioksida, gas efek rumah kaca), transportasi menggunakan kendaraan bermotor juga menghasilkan emisi gas NO2 (Nitrogen Dioksida) yang telah mengakibatkan polusi udara. Nah, seperti tampak pada gambar di atas, intensitas NO2 di Negara Tiongkok memang terbukti telah berkurang secara signifikan di bulan Februari lalu.

Bagaimana dengan Polusi Udara di Indonesia?
Kebijakan Social Distancing dan Kampanye #DirumahAja yang semakin gencar dikerahkan oleh instansi/ komunitas berangsur-angsur memang akhir-akhir ini telah membawa banyak perubahan di Indonesia. 

Meskipun demikian, Mas Bondan dari Juru Kampanye Energi Greenpeace Indonesia menyebutkan bahwa polusi udara di Jakarta tidak berkurang setelah sepekan lalu ada kebijakan Work from Home/ WFH di sana: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200324092036-199-486319/sepekan-wfh-disebut-tak-mengurangi-polusi-udara-jakarta. Salah satu yang menjadi faktor penyebab adalah adanya sumber-sumber polusi tidak bergerak yang masih terus beroperasi di masa isolasi ini.

Kota lainnya?
Saya menemukan referensi pengukuran oleh Air Visual yang dikelola oleh Timmy si Robot Artificial Intelligencehttps://www.idntimes.com/news/indonesia/timmy-si-robot/kualitas-udara-semarang-sedang-lebih-baik-dari-salatiga-tetapi-lebih-buruk-dari-pekalongan. Di situ disebutkan bahwa kualitas udara di Kota Salatiga pada tanggal 16 Maret 2020 lalu lebih baik dari Kota Semarang, tetapi 3 hari lalu (pada tanggal 23 Maret 2020) lebih buruk dari Kota Semarang. Penyebabnya? Sayangnya tidak disebutkan di situ.

Nah, setiap akhir Maret, WWF (World Wide Fund for Nature) telah merangkul lebih dari 180 negara-negara di dunia untuk bersatu dalam Gerakan "Earth Hour 60+", di mana kita semua diajak untuk melalukan aksi sederhana untuk menunjukkan kepedulian terhadap Bumi: mematikan lampu selama 60 menit + di malam hari. Tahun ini, Earth Hour di seluruh dunia akan dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2020 pada pukul 20:30 - 21:30+ waktu setempat. Saya pribadi melihat Aksi Earth Hour ini cukup penting untuk dilakukan untuk
1) Mengurangi "gangguan" yang selama ini kita timbulkan di malam hari terhadap makhluk hidup di Bumi
2) Menghemat listrik, mengurangi polusi udara yang selama ini telah menjadi beban Planet Bumi
3) + Keheningan untuk Solidaritas Kemanusiaan terhadap seluruh umat manusia yang terdampak Krisis karena Virus Corona

Hari      : Sabtu, 28 Maret 2020
Pukul    : 20:30 - 21:30 WIB (waktu setempat)
Tempat : #DirumahAja 

Usul/ saran dan pertanyaan dapat diajukan ke WA +62 813-5898-2549 (Kak Miko)

#IniAksiku
#Connect2Earth
#RaiseYourVoiceForNature

Cukup simpel kan? OK deh, kami tunggu kebersamaan kita semua dalam mewujudkan #SalatigaPetengNdedetBenBumiMari dan #KeheninganSalatigaUntukSolidaritasKemanusiaan Malam Minggu nanti, yang pastinya dilakukan #DirumahAja ..!