Laman

Rabu, 02 Juli 2025

Pindah Tugas: Perjalanan dari Malang ke Saparua Maluku Tengah

Pindah Tugas: dari Malang Pulau Jawa ke Pulau Saparua di Maluku
Bagi orang Jawa seperti saya, perjalanan ke Maluku tentu merupakan sebuah pengalaman baru. Kita tidak lagi bisa mengandalkan mobil, sepeda motor, bus, ataupun kereta, karena Maluku terdiri dari pulau-pulau.. Tulisan ini saya persembahkan untuk orang-orang yang ingin berkunjung ke Bumi Raja-raja ini

Pelabuhan Feri Umeputih di Negeri Kulur, Saparua bagian Utara

1. Perjalanan dari Malang ke Surabaya (Bandara Juanda Terminal 1), naik GoCar Rp 341.500. Bayar tol Rp 81.500. Total biaya perjalanan Rp 423.000
2. Perjalanan dari Surabaya ke Ambon, naik Batik Air Rp 2.250.000 per orang. Membawa bekal makanan disarankan, karena harga-harga makanan di Bandara cukup mahal, dan di Batik Air Anda hanya mendapatkan snack/makanan ringan roti. Tapi setidaknya, Anda mendapatkan free bagasi 20 kg
3. Perjalanan dari Ambon ke Pelabuhan Tulehu, naik Maxim Rp 177.000. Bayar parkir pelabuhan Rp 5.000. Total biaya perjalanan Rp 182.000. Sebelum masuk ke pelabuhan, Anda bisa menyampaikan ke Sopir bahwa Anda perlu membeli tiket kapal cepat dulu. Sopir akan menunggu Anda selama mengantri pembelian tiket
4. Perjalanan dari Pelabuhan Tulehu ke Pelabuhan Haria (Saparua bagian Barat) Rp 75.000 per orang. Harga makanan di Pelabuhan tidak mahal, berkisar Rp 10 - 18 ribu saja. Yang mahal (oh ya, ternyata mahal) adalah biaya tenaga kerja bongkar muat/TKBM/ porter alias tukang angkut koper/barang Anda turun dari mobil, dibawakan hingga masuk ke dalam kapal. Kami membawa 5 koper/tas. Selesai membawakan, si tukang angkut ini meminta bayaran Rp 100.000. Mahal, ternyata cukup mahal.. 
5. Perjalanan dari Pelabuhan Haria ke Tempat Tujuan di Saparua Rp ... per orang. Nominal biaya tentu menyesuaikan dengan tempat tujuan di Pulau Saparua ini
- Negeri yang paling dekat dengan pelabuhan tentulah Negeri Haria dan Porto. Tempat tujuan kami adalah Rumah Om Dede di Negeri Haria. Dibantu oleh Om Dede, kami membutuhkan 4 ojek untuk mengangkut orang dan barang, sehingga harus mengeluarkan biaya 4x Rp 20.000. Totalnya 80.000.. Mahal lagi.. tapi beruntunglah kami tidak harus bayar 2x: Bayar porter dan bayar tukang ojek secara terpisah
- Negeri Saparua terletak di tengah-tengah Pulau. Tarif Angkota Haria - Saparua adalah Rp 10.000 per orang

Mengapa saya mau dipindahtugaskan ke Maluku?
a. Saya mesti ingat doktrin mulia yang telah ditanamkan ke saya ketika 3 tahun bersekolah di SMA Taruna Nusantara, ".. dan di manapun berada, memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara dan dunia". Maluku memang jauh, tapi Maluku masih Indonesia lho. Agak miris aja kalau kita pernah pergi ke Singapura dan Kuala Lumpur, tetapi belum pernah pergi ke daerah Indonesia lainnya, khususnya Indonesia Timur.
b. Selain itu, kesiapan untuk dipindahtugaskan ke mana saja ini saya persembahkan untuk petugas pengumpul sampah di desa-desa dampingan kami. Saya Orang Jawa Tengah, bersedia ditempatkan di Maluku. Anda Orang Desa A, Anda juga harus siap ditempatkan di Desa B.
c. Kesempatan berkarya di kampung sendiri tentu adalah hal yang diinginkan banyak orang, tetapi kalau tidakpun tak apa-apa. Kita tetap bisa berkarya di mana saja, karena kesempatan membantu orang lain itu kadang-kadang tidak datang dua kali..

KP, 2 Juli 2025
@kris_sal3

Rabu, 04 Juni 2025

Hidup yang Lebih Bermakna dengan Menulis: Part Perjalanan Berobat ke Penang, Malaysia

 Wenn aus Muell, die Liebe waechst..


Inspirasi untuk kembali ke dunia tulis menulis muncul setelah merenungkan visi hidup yang lebih bermakna

Singkat cerita, saya ingin berbagi pengalaman perjalanan berobat dari Kota Salatiga, Indonesia menuju ke Pulau Penang, Malaysia

1. Berangkat dari Salatiga jam 07:30 - 08:40 menuju ke Bandara Ahmad Yani (SRG) di Kota Semarang

2. Naik pesawat Garuda Indonesia jam 09:45 - 11:05 menuju ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Kota Tangerang. Pindah terminal dari T3 ke T2 dengan Kalayang (15 - 30 menit)

3. Check-in pesawat Batik Air Malaysia (Malindo Air), lalu Ishoma di Terminal 2 dari jam 12:00 - 13:00

4. Naik pesawat Batik Air Malaysia jam 14:00 - 17:30 menuju ke Bandara Internasional Penang (PEN)

5. Perjalanan ke kawasan rumah sakit di Georgetown selama sekitar 1 jam, bisa menggunakan Taksi Bandara, bisa juga menggunakan App Grab (tarif lebih murah). Biaya Grab saya waitu itu sekitar RM 27 - 30 saja

6. Komunikasi selama di Pulau Penang/Malaysia bisa menggunakan WiFi Bandara (free access, hanya perlu klik login), ataupun WiFi Hotel. Saya mencoba membeli Paket Roaming Telkomsel yang 8 GB selama 3 hari, bisa tethering senilai IDR 125.000. OK sih, tapi di beberapa tempat sinyal Telkomsel tidak bisa 4G

Feel free untuk langsung menghubungi KaYa Travel & Tour Guide, jika ada pertanyaan. Sudah tahu IG karena konten kami yang lagi viral kan ya?


KP - @kris_sal3

Sabtu, 18 Januari 2025

Mengapa ada slogan "Sampahku, tanggung jawabku?"

Slogan "Sampahku, tanggung jawabku" sering menjadi jargon ketika ada acara penyuluhan terkait sampah. Mengapa ada slogan ini? Mengapa masalah sampah tidak menjadi tanggung jawabnya pemerintah saja? Tulisan ini adalah tulisan yang saya kembangkan saat diminta membantu sebuah Bank Sampah Unit di Kota Salatiga untuk membantu menjawab pertanyaan warganya yang sugih tetapi angel (membayar iuran layanan sampah)..


Gambar 1. Bendera merah putih berkibar di atas hamparan sampah

1. Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Kota/Kabupaten Indonesia, termasuk Kota Salatiga, rata-rata hanya mengalokasikan di bawah 1% dari total APBD untuk pengelolaan sampah. Sampah memang belum menjadi prioritas karena (waktu itu) dijadikan urusan wajib non pelayanan dasar. UU no 23 tahun 2014 memberi mandat kepada Pemda untuk memprioritaskan dulu urusan wajib dan merupakan pelayanan dasar (contoh: pendidikan dan kesehatan);

2. Dunia persampahan mengenal prinsip "polluters pay principle", yang artinya prinsip pencemar membayar. Kita sering mengkritik perusahaan makanan/minuman/FMCG merek tertentu untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mencemari lingkungan, tetapi seringkali kita lupa bahwa rumah tangga kita sendiri juga merupakan penghasil sampah. Beberapa daerah pinggiran kota atau desa di sekitar kita ternyata banyak yang "dengan terpaksa" mencemari lingkungan karena kesulitan akses membuang sampah ke TPA;

3. Menurut teori ISWM (integrated sustainable waste management; Scheinberg 2004), permasalahan sampah hanya bisa teratasi jika pengelolaan sampah memperhatikan aspek hukum, tata kelola kelembagaan, keuangan, teknis, dan partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat untuk memilah dan membayar retribusi menjadi dua hal penting untuk menjamin layanan pengelolaan sampah yang baik dan andal

Jadi, slogan "Sampahku  tanggung jawabku" sangatlah tepat untuk mulai mengurai permasalahan sampah. Sebagai penghasil sampah, seandainya masing-masing dari kita mau "istiqomah untuk" memilah dan mengelola sampah kita sendiri-sendiri, tentu penumpukan sampah yang berlebihan di TPA tidak perlu terjadi. 

Nah, ketika kita merasa tidak punya waktu untuk mengelola sampah sendiri, membayar iuran/retribusi pada lembaga pengelola sampah yang andal, tentu merupakan bentuk tanggung jawab kita terhadap sampah yang kita hasilkan. Secara bertahap, Bank Sampah Induk Salatiga bersama Bank Sampah Unit nya siap bertransformasi menjadi lembaga pengelola sampah di wilayahnya masing2 πŸ™πŸΌ. Mohon dukungannya njih, kami ini kelompok swadaya masyarakat, jadi dukungan dari njenengan sedanten akan sangat berarti πŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ

Selasa, 07 Januari 2025

BSI Salatiga Jawara Bank Sampah Induk 2024

Bank Sampah Induk Salatiga (BSI Salatiga) mengadakan Acara Syukuran di Gudang Kecandran pada hari Sabtu, 4 Januari 2025 setelah mendapat Apresiasi Jawara Bank Sampah Induk pada Rapat Kerja Nasional Bank Sampah binaan PT Pegadaian tahun 2024. Acara syukuran yang dihadiri oleh Pegadaian Kanwil XI Semarang, Pegadaian Cabang Salatiga Selatan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga, Pengurus BSI Salatiga, dan Pengurus seluruh Bank Sampah Unit (BSU) se-Salatiga, diharapkan dapat menambah semangat motivasi dan meningkatkan kolaborasi Strategi pengelolaan sampah di Kota Salatiga pada tahun-tahun mendatang.

BSI Salatiga merupakan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) berbasis masyarakat yang berdiri sekitar tahun 2014 dan diinisiasi oleh Paguyuban Bank Sampah Kota Salatiga. Memiliki visi membangun BSI sebagai sebuah badan usaha pengelolaan sampah terpadu, BSI Salatiga mencari dukungan tambahan dengan mengikuti rekrutmen Bank Sampah binaan PT Pegadaian pada tahun 2023. Pada akhir tahun 2023, BSI Salatiga bersama BSU Rose Harmoni, BSU Wares, dan BSU Gelima terpilih menjadi yang bank sampah binaan PT Pegadaian/Anggota Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (FORSEPSI) yang berasal dari Kota Salatiga. Program FORSEPSI berfokus mendorong bank sampah anggotanya untuk melakukan edukasi Memilah Sampah, Menabung Emas (MSME) agar dapat membantu menyelesaikan permasalahan sampah di berbagai kota/kabupaten di Indonesia. Dimulai pada bulan Desember 2023, BSI Salatiga aktif melakukan edukasi MSME dan mengikuti berbagai pelatihan dan perlombaan sebagai bentuk pembinaan dari PT Pegadaian, di antaranya Lomba Teknologi Tepat Guna, Pelatihan Aplikasi SIMBA dan Pegadaian Peduli, Lomba Video World Clean-up Day, dan Lomba Edukasi Jawara Bank Sampah Induk dan Unit. Pada lomba yang disebut terakhir ini BSI Salatiga berhasil memperoleh penghargaan sebagai salah satu Jawara Bank Sampah Induk tingkat nasional dengan rata-rata pemberian edukasi pengelolaan sampah sebanyak 14 kegiatan per bulan yang menjangkau setidaknya 1.143 peserta yang terdiri dari masyarakat umum dan anak sekolah. BSI Salatiga juga terus melakukan edukasi dan promosi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat melalui media sosial YouTube dan Instagram @bsi.salatiga.

Acara Syukuran BSI Salatiga ini dimaksudkan sebagai forum untuk mensyukuri pencapaian atas jerih payah Pengurus BSI Salatiga selama ini yang tentu tak lepas dari dukungan berbagai pihak, secara khusus dari seluruh BSU se-Salatiga. Forum ini diharapkan juga dapat menjadi forum silaturahmi di tahun yang baru untuk meningkatkan semangat motivasi dan meningkatkan kolaborasi dalam pengelolaan sampah di Kota Salatiga. Pengurus BSI Salatiga membuka Gudang Kecandran sebagai sebuah rumah belajar bersama terkait pengelolaan sampah, baik secara umum maupun khusus seperti Laporan Silatampah dan Program Memilah Sampah Menabung Emas.

Kamis, 12 Desember 2024

Aspek Kelembagaan pada Pengelolaan Persampahan

Mengapa banyak TPS 3R tidak berfungsi? Jawabannya tentu beragam, menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya di tempat masing-masing, karena TPS 3R merupakan lembaga pengelola sampah yang berbasis masyarakat. Namun, akhir-akhir ini saya banyak mendapat cerita dari teman praktisi sehingga dalam tulisan ini saya mencoba membahas terkait aspek kelembagaan dalam pengelolaan sampah.

...

Berkaca pada aspek kelembagaan di tingkat kelurahan/desa, Pemerintah Indonesia pun ternyata memiliki pilihan kelembagaan pengelola sampah di tingkat kota/kabupaten. Pemikiran untuk memisahkan antara pihak pengatur (regulator) dan pihak pelaksana (operator) telah melahirkan kelembagaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPA), misalnya, di beberapa kota/kabupaten yang saya kunjungi beroperasi dengan lembaga UPTD. Lembaga UPTD ini tidak berfokus merumuskan kebijakan, tetapi memberikan layanan pengelolaan sampah akhir di tingkat kota/kabupaten. Bahkan, di Kota Semarang dan Kabupaten Malang beroperasi lembaga UPTD yang memberikan layanan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA. Saya menyebut UPTD ini sebagai UPTD Kendaraan, karena lembaga ini melayani kendaraan pengangkut sampah. Di kedua kota ini, Dinas yang membidangi Urusan Kebersihan membagi peran perumusan strategi pada dinas, dan peran pelaksana layanan harian pada UPT-nya.


Pada tahun 2019, Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada Unit Pelaksana Teknis mulai diperkenalkan, dan mulai diadopsi oleh Dinas Kesehatan… 

Salah satu Daerah yang sudah memiliki BLUD Persampahan ini adalah Kota Jambi. Pengaturan terkait BLUD diatur dalam Peraturan Walikota Jambi no 25 tahun 2023..